Akhirnya kami memilih jalan ini (renungan gerakan dokter 27 Nov 2013)

Posted: November 26, 2013 in Info Sejawat
Tag:, , , , ,

Sekali lagi, korps berjas putih kembali mendapat ujian. Namun bedanya ujian kali ini tampaknya cukup menjadi pemantik kesadaran bagi seluruh dokter di Indonesia. Adalah kasus tuduhan malpraktik kepada dr. Ayu dkk saat melayani kasus kegawatan janin dari Ny. Siska di Manado. Hal ini menggelitik saya utuk kembali menulis disela sela kesibukan sebagai residen di Solo ini.

Ada banyak hal yang dapat kita tarik dari gerakan tafakur ini. Kami memang menyebut gerakan ini adalah tafakur, bukan mogok, karena kami tetap melayani kasus gawat darurat dan tindakan yang sifatnya emergency. (pertanyaan pertama : adakah profesi lain yang melakukan gerakan serupa, tapi tetap memberikan pelayanan seperti dokter??)
Mungkin ini adalah langkah paling berat yang kami ambil, karena usaha persuasif untuk menunda penahanan, atau minimal tahanan kota terhadap dr. Ayu tidak digubris sama sekali oleh pihak kejaksaan (harus dicatat, tujuannya adalah untuk MENUNDA PENAHANAN sambil menunggu putusan PK, bukan menuntut pembebasan).
Dan yang harus digarisbawahi adalah, gerakan ini mungkin sekali adalah puncak dari kegelisahan teman teman sejawat yang selama ini sangat dianggap sebelah mata oleh semua pihak, bahkan oleh pemerintah. Sampai sampai Ibu Menkes yang terhormat jelas dan gamblang tidak memberikan dukungan sama sekali bagi sejawatnya sendiri. Disamping itu seringkali kami para praktisi kesehatan selalu dijadikan objek bagi orang2 yang berkepentingan, mulai dari pengobatan gratis, sistem jaminan kesehatan yang sangat tidak adil sampai pemaksaan dalam pelayanan oleh mereka yang berlabel penguasa.
Itu masih sebagian kasus yang bisa saya paparkan, belum lagi masalah besar tentang penghargaan terhadap profesi yang masih sangat kurang, perhatian terhadap dokter yang bertugas didaerah perifer yang selalu di abaikan (saya ragu diantara pembaca blog ini pernah mendengar tentang berita kematian sejawat kami saat bertugas di pedalaman, padahal itu sudah sering terjadi), sampai banyaknya stigma negatif di masyarakat terkait dengan profesi kami.
Mungkin kamilah satu satunya profesi yang jika libur akan dianggap aneh (pertanyaan kedua : adakah profesi lain yang bekerja seperti kami dan dianggap aneh jika libur di tanggal merah???), mungkin hanya kami yang selalu dituntut bekerja sempurna dan akan dianggap hal biasa, dan sebaliknya jika usaha kami gagal akan panen kecaman dan makian hingga tuntutan kriminal (pertanyaan ketiga : adakah profesi lain yang tetap rawan tuntutan meski sudah bekerja dengan standar profesi dan SOP??)
Dan akhirnya sebagai akumulasi dari itu semua, kami mengambil jalan ini. Berdiam diri di rumah selama dan hanya satu hari…satu harii saja.. Biarkan kami rehat sejenak dari beratnya beban profesi kami.
Agar semua pihak sadar, kami dokter hanyalah manusia juga yang hanya bisa berusaha, bukan menentukan hidup matinya pasien.
Agar semua pihak sadar, kami dokter tidak ada yang mau gagal dalam menangani pasien kami apalagi berniat mencelakai pasien.
Agar semua pihak sadar, kami dokter juga warga negara yang memiliki hak dan kewajiban, sama dengan yang lain.
Agar semua pihak sadar, kami dokter juga butuh materi untuk hidup kami dan keluarga kami….bukan hanya ucapan terima kasih dan piagam penghargaan dari pemerintah.

Dan…untuk semua pihak yang selalu bersebrangan dan mencari celah kesalahan kami, jika anda sakit atau anggota keluarga anda sekarat silahkan anda mencari pertolongan ke dukun, ke luar negri, atau menangani sendiri dengan panduan mbah Google….

Dan untuk masyarakat yang berada di belakang kami, terima kasih atas kepercayaan anda semua, percayalah kami akan membalas kepercayaan itu dengan pelayanan paripurna.

Salam sejawat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s