Andai Rasulullah bertamu kerumah kita…

Posted: Juli 12, 2010 in telaga hati
Tag:, ,

Saudaraku…

Rajab sudah hampir meninggalkan kita. Bulannya Rasulullah junjungan kita akan meninggalkan kita berganti Sya’ban.

Bulan dimana Rasul  diberangkatkan Isra’ Mi’raj oleh Allah.

Bulannya Rasulullah, manusia paling mulia yang pernah diciptakan Allah, yang seluruh mahluk bershalawat kepada beliau.

Saudaraku..

Para sahabat dan generasi pendahulu sangat menghormati dan mencintai Rasul.

Mereka sangat berharap kiranya Rasul berkenan datang ke rumah mereka, apalagi jika bermalam. Subhanallah, itu merupakan berkah yang tak ternilai.

Saudaraku..

Sekarang bagaimana jika seandainya Rasul datang dan berdiri di pintu rumah kita??

Apakah kita akan langsung mempersilahkan tamu mulia itu untuk masuk kerumah kita?

Atau kita malah malu karena dinding ruang tamu kita dihiasi kalender dengan foto wanita yang nyaris telanjang?

Atau kita akan sibuk merapikan tumpukan koleksi vcd vulgar kepunyaan kita?

Atau kita malah sibuk membuang tumpukan majalah dewasa yang rutin kita beli setiap bulan?

Saudaraku..

Andaikan saat ini Rasul berada di depan pintu rumah kita, apakah kita siap seandainya Rasul bertanya siapa nama imam di masjid sebelah rumah, karena kita jarang shalat berjamaah?

Bagaimana jika kita ditanya siapa nama tukang sampah yang setiap hari datang dan membersihkan sampah rumah kita, karena kita memandang orang seperti itu tidak penting dikenal?

Bagaimana jika kita ditanya siapa nama tetangga se RT kita, kerana kurangnya sosialisasi kita akibat terlalu sibuk bekerja?

Saudaraku..

Seandainya saat ini Rasul datang ke rumah kita dan bertanya dimana musholla di rumah kita yang besar. Karena Rasul sangat suka berlama lama saat melakukan ibadah shalat sunnah, tetapi tidak ada ruang lagi di rumah kita untuk musholla selain gudang di ruang paling belakang yang penuh sarang laba laba?

Atau kita akan sulit menjawab seandainya Rasul bertanya mengapa istri dan anak kita tidak jua mengenakan jilbab, padahal sudah dewasa?

Atau kita akan sibuk membersihkan mushaf Al Quran kita karena penuh debu akibat jarang dibaca?

Saudaraku..

Seandainya saat ini  Rasul datang dan mengetuk pintu rumah kita, apakah kita akan mempersilahkan tamu agung itu untuk memasuki rumah kita, atau kita malah tidak berani membuka pintu???

Wallahua’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s