Atas nama demokrasi.

Posted: Maret 14, 2009 in corat coret
Tag:, ,

Fiuh..akhirnya ketemu juga jawaban atas sebuah pertanyaan yang selama ini menggelayut di pikiran saya. Siapakah yang akan “berkuasa” di bumi Jawa Timur??

Setelah melewati pertarungan yang melelahkan, panjang tur luarange poll, terpilih juga paket KARSA sebagai penguasa sementara Jawa Timur untuk lima tahun ke depan.

Saya cuma berfikir, alangkah beratnya untuk menjadi seorang gubernur Jatim. Bahkan lebih berat dari perjuangan seorang Obama untuk menjadi orang nomor satu di AS. Gimana nggak berat?

Coba deh bandingin…

Sebelum AS menyelenggarakan pemilunya, Jatim udah lebih dulu ngadain pilkada.

Nah saat AS pemilu, hampir bersamaan arek Soroboyo dan sekitarnya di Jatim melakukan pilkada putaran kedua. Nah setelah rakyat Amerika berhasil menemukan pemimpinnya itu, rakyat Jatim masih “diharuskan” memilih buat kali ketiga!!!

Nah itu bisa di analogikan kalau jalan menuju Grahadi itu lebih panjang daripada jalan ke White House. Mestinya kan jalan ke Gedung putih lah yang lebih panjang, kudu naek pesawat berkali kali, trus naek bis, naek taksi bandara, tur….walah kok malah ngelantur..

Tapi ada satu hal yang membuat saya tergelitik buat nulis blog ini.

Setelah berhasil menentukan siapa yang memenangkan pilkada, masih ada saja pihak yang merasa tidak puas. Merasa di curangilah, merasa KPU ndak adil lah, sampai menuduh sana sini..

Haahh..inikah yang namanya demokrasi??

Demi kata demokrasi, rakyat Jatim kudu mengeluarkan 800 milyar lebih buat pilkada tiga ronde itu.

Ueedan rek!! 800 milyar??? Kebayang ndak, kalo uang 800 milyar di pake buat beli sembako? Hmm..pasti rakyat Jatim udah cukup makmur.

Tapi ini??

Uang segitu besar dipake hanya untuk memuaskan egoistic dari segelintir elite yang mengatas namakan rakyat…!!! (jujur kadang saya jadi muak ngedengernya..hueks..huekss..suurrrr)

Sebenarnya rakyat tidak perlu pemimpin semahal itu. Kita liat saja, sebelum ada L1 di Jatim, pemerintahan sementara demisioner. Toh rakyat Jatim anteng anteng aja, ndak ada kerusuhan, roda ekonomi juga tetap berjalan.

Trus sekarang pemimpin mahal itu kira kira bisa berbuat apa buat Jatim? Kalo Jatim bisa tetap “hidup” tanpa Gubernur, sekarang dengan adanya Gubernur gimana nasib Jatim? Logikanya tentu akan lebih baik tho..

But there’s no like mathematic in politic, everything’s possible to happen.

Wallahu’alam.

Kita tinggal melihat apakah demokrasi itu akan membawa banyak manfaat ato Cuma mendatangkan mudharat..

Peace>>> Pokoke hidup Jatim lah!!!

Komentar
  1. Ekonikoe AN mengatakan:

    Jangan jangan demokrasi itu seperti judi. Rakyat pertaruhkan kepercayaan dan uangnya yang 800 milyar itu, kalau nggak hoki nggak akan dapat apa-apa.

  2. midoza mengatakan:

    #mas eko
    Yah kita befharap aja pemimpin kita masih punya hati nurani mas. Makasih yo dah mampir.

    #demonzbabtizm
    Pemilu 2009 nggak bakal jauh beda dengan pemilu pemilu sebelumnya, selama para elit politik tidak mau belajar, dan tidak merasa pernah menjadi rakyat biasa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s