Golput??

Posted: Maret 9, 2009 in corat coret
Tag:,

Pemilu semakin deket sob. Ente udah ada pilihan belom? Kalo kita liat nih jumlah partai yang ikut pemilu edisi 2009 ini makin banyak aja yah. Berarti kita semakin banyak opsi dong.
Tapi kalo dipikir pikir, kebanyakan parpol menjual dagangan yang sama ya. Sekarang sih mereka rame rame teriak kalo mereka bakal lebih memperhatikan rakyat, mengangkat ekonomi kerakyatan, dan banyak dagangan lain yang intinya sama, mengajak dan membujuk rakyat untuk mencontreng tanda gambar partai mereka..dengan harapan jumlah rakyat yang memilihb mereka akan meningkat.
Namun begitu, masih ada saja wacana dari beberapa kalangan dan pakar kalau persentase golput pada pemilu ini bakalan melonjak. Sampe sampe MUI ngeluarin fatwa haram buat golput, nah lho!!!@
Kalo dulu sih, awal kemunculannya golput di tahun 1971,di maksudkan sebagai simbol perlawan intelkektual muda terhadap pemerintah karena banyak kebijakannya yang dianggap justru menyengsarakan rakytat. Sehingga hasil Pemilu diharapkan ndak kredibel. Tapi apa mau dikata, golput pada pemilu 1971 cuma 5%.
Nah..justru waktu reformasi sudah meletus dan jumlah parpol sebagai lambang demokrasi yang bebas meningkat tajam, angka golput malah ikut ikutan meroket.
Mungkin inilah sebuah fenomena ketika masyarakat sudah jenuh terhadap demokrasi. Pemilu tidak lagi dianggap sebuah pesta besar. Mereka sudah menganggap pemilu sebagai hal yang biasa, “yah..paling gitu gitu aja..”
Wajar kali kalo rakyat berfikir demikian. Coba kita tarik kebelakang…
Sudah berapa kali rakyat melakukan pencoblosan? Mulai dari pemilihan kepala desa sampe pemilihan gubernur. Itu masih ditambah kalo ada yang perlu putaran tambahan.
Hahghh., cape deh..
Saban hari nyoblos mulu..
Masyarakat jadi bosen dan jenuh….

Alasan kedua, masayarakat sudah apatis terhadap politik. Kalo ndak bisa dibilang muak terhadap politik dan politikus. Tiap hari kita bisa ngeliat berita tertangkapnya politikus Senayan oleh KPK. Dan itu bukan satu dua orang, tapi cukup banyak!!
Inilah yang membuat rakyat jadi apatis. “Buat apa milih anggota dewan kalo cuma memuluskan dia buat jadi koruptor..” begitu mungkin pikiran mereka..

Naah, gimana dengan ente. Apa golongan ente pada 9 april nanti.
Golongan putih? Atau golongan berwarna warni??

Komentar
  1. dunia sunyi mengatakan:

    salam dari bandung

    tulisan anda cukup ilmiah saya suka membacanya

    iklan politik sontoloyo

    Di sudut kota bertebaran baliho para calon anggoto legislatif, ada yang tersenyum manis seperti koruptor menunggu vonis , ada yang bergaya orator dengan latar belakang gambar sukarno menuding, dan ada juga yang berlatar gambar monyet (mungkin ingin memberi pesan manusia lebih kuasa dari monyet walau monyet dan manusia saudara sepupu menurut teori darwin).

    Ada yang berfose beramai-ramai seperti mahasiswa yang baru di wisuda , ini barangkali calon legislatif bermodal cekak (maaf bukan menghina, Cuma dugaan)

    Wahai para penyembah kekuasan…. Kami tidak butuh kau jajakan wajahmu, seperti banci di matan lawang yang membuat gemas para kantip untuk merazia

    http://esaifoto.wordpress.com

  2. dir88gun mengatakan:

    assalamu alaikum wr. wb.

    Permisi, saya mau numpang posting (^_^)

    http://ulamasunnah.wordpress.com/2008/06/03/menggugat-demokrasi-daftar-isi/
    http://hizbut-tahrir.or.id/2009/03/24/hukum-pemilu-legislatif-dan-presiden/

    semoga link di atas bisa menjadi salah satu rujukan…

    Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.
    Mohon maaf kalau ada perkataan yang kurang berkenan. (-_-)

    wassalamu alaikum wr. wb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s