Pernah ndak sih kita belajar??

Posted: Maret 1, 2009 in corat coret, Uncategorized
Tag:,

Assalaamu’alaikum wr wb..

Heran.., itu kesan pertama saya saat mendengar berita tewasnya seorang praja di kampus STPDN (sekarang IPDN).

Yah, saya cuma heran..

Beberapa tahun yang lalu, kejadian serupa pernah terjadi disana. Lha kok sekarang tragedi serupa dan sama itu kembali berulang. Sebenarnya apa yang salah disana, atau siapa yang salah disana?

Saya masih ingat, 6 tahun lalu saat saya pertama kali datang melewati kampus IPDN di Jatinangor itu. Gagah, dan pastinya terselip rasa bangga bagi siapapun sebagai putra daerah pilihan yang bisa sekolah di tempat itu.

Itu pikiran saya saat itu.

Tapi setelah mengetahui “isi” dari kampus mentereng itu, opini saya berubah seratus delapan puluh derajat!

Busuk!, Itu yang menjadi pikiran saya sekarang.

Bagaimana tidak? Sebuah kampus yang seharusnya menjadi tempat pembinaan mental dan intelektual para mahasiswanya, ternyata tidak lebih dari sebuah tempat yang berisi orang orang (baca oknum) kerdil yang masih berfikiran feodal dan bartingkah layaknya serang teroris.

Yah, saya menyebut sebagai kampus teroris.

Sebuah kampus yang seharusnya menjadi kawah candradimuka dan menjadi ajang adu pemikiran para aktivisnya itu, ternyata tidak lebih dari sebuah tempat yang menjadi ladang pembantaian dan penganiayaan para juniornya dengan alasan merupakan tradisi yang sudah turun temurun.

Dan itu sudah terjadi bertahun tahun!!!

Saya jadi berpikir…

Jika saja tempat yang seharusnya menjadi tempat pembinaan dan pendidikan calon pemong praja dan pegawai pemerintahan saja sudah sepertri itu, bagaimana pula output yang dihasilkan nya?

Bagaimana mental para alumninya?

Jangan-jangan “doktrin” kekerasan yang selama ini mereka cicipi, tetap mereka bawa sampai mereka memegang sebuah jabatan.

Suka menindas yang lebih lemah dan stratanya lebih rendah dari mereka??

Wallahua’lam, saya ndak berani menduga, takut salah.

Tapi satu yang pasti, sudah saatnya kita keluar dari sistem pendidikan feodal seperti itu.

Bukan saatnya lagi kita berbicara dengan kekerasan dan fisik.

Jadul..,Kuno…

Pemerintah harus merubahnya, bukan hanya mengubah namanya saja. Tapi mengubah seluruhnya, secara radikal. Agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

Apa kata dunia…??

M,

Sore hari, saat timbul keinginan untuk mengkritik…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s