Perkenankanlah aku mencintaiMu semampuku

Posted: Maret 1, 2009 in telaga hati, Uncategorized
Tag:,

Tuhanku..

Aku masih ingat saat pertama dulu aku belajar mencintaiMu..

Lembar demi lembar kitab ku pelajari.. untai demi untai kata para ustadz ku resapi

Tentang cinta para Nabi, tentang kasih para sahabat, tentang mahabbah para sufi, tentang kerinduan para syuhada.

Lalu kutanam di jiwa dalam dalam, kutumbuhkan dalam mimpi-mimpi dan idealisme yang mengawang diawan.

Tapi Rabbi..

Berbilang detik, menit, jam, hari, pekan, bulan, dan kemudian tahun berlalu aku berusaha mencintaiMu dengan cinta yang paling utama.

Namun aku masih juga tak menemukan cinta yang tertinggi untukMu,

Aku makin merasakan gelisahku membadai dalam cita yang mengawang sedang kakiku mengambang tiada menginjak bumi, hingga aku terhempas dalam jurang dan kegelapan.

Wahai Ilahi..

Kemudian berbilang detik, menit, jam, hari, pekan, bulan dan tahun berlalu aku mencoba merangkak menggapai permukaan bumi dan menegakkan jiwaku kembali.

Menatap, memohon dan menghibaMu.

Allahurahim, ilahirabbi..

Perkenankanlah aku mencintaiMu semampuku,

Allahurahman ilahirabbi,..

Perkenankanlah aku mencintaiMu sebisaku.

Ilahii… Aku tak sanggup mencintaiMu dengan kesabaran menanggung derita umpama nabi Ayyub, Musa Isa, hingga Al Musthafa,

karena itu izinkanlah aku mencintaiMu melalui keluh kesah pengaduan kepadaMu,atas derita batin dan jasadku, atas sakit dan ketakutanku.

Rabbi..

Aku tak sanggup mencintaiMu seperti Abu Bakar yang menyedekahkan seluruh hartanya dan hanya meninggalkan Dirimu dan rasulMu bagi pribadi dan keluarga. Atau layaknya Umar yang menyerahkan separuh harta demi jihad, atau Usman yang menyerahkan seribu ekor kuda untuk syiarkan dienMu.

Maka perkenakanlah aku mencintaiMu semampuku, melalui seratus dua ratus perak pada tangan-tangan kecil yang terulur diperempatan jalan, pada wanita-wanita tua yang menadahkan tangan di pojok-pojok jembatan, pada makanan- makanan sederhana yang terkirim ke handai tolan.

Ilahi..

Aku tak sanggup mencintaiMu dengan kekhusyukan shalat salah seorang sahabat Rasul Mu hingga tak hirau dia pada anak panah musuh yang terhunjam dikakinya. Karena itu ya Allah, perkenankanlah aku tertatih menggapai cintaMu dalam shalat yang coba aku dirikan terbata bata, meski ingatan kadang melayang pada permasalahan dunia.

Rabbi..

Aku tak dapat beribadah ala para sufi dan rahib yang membaktikan seluruh malamnya untuk bercinta denganMu.

Maka izinkanlah aku mencintaiMu dalam satu dua rakaat lailku, dalam satu dua sunah nafilahMu, dalam desah nafas kepasrahan tidurku.

Ya Rahman..

Aku tak sanggup mencintaiMu bagai para al hafidz dan hafidzah yang menuntaskan kalamMu dalam satu putaran malam.

Maka perkenankanlah aku mencintaiMu semampuku melalui selembar dua lembar tilawah harianku, lewat lantunan seayat dua ayat hafalanku.

Ya Rahiim..

Aku tak sanggup mencintaiMu semisal Sumayyah yang mempersembahkan jiwanya demi tegaknya dienMu, seandai para syuhada yang menjual dirinya demi jihad bagiMu.

Maka perkenankanlah aku mencintaiMu semampuku dengan persembahan sedikit bakti dan pengorbanan untuk dakwahMu

Maka izinkanlah aku mencintaiMu semampuku dengan sedikit pengajaran demi tumbuhnya generasi baru.

Allahu kariim..

Aku tak sanggup mencintaiMu diatas segalanya bagai Ibrahim yang rela tinggalkan putra dan zaujahnya dan mengorbankan pemuda biji matanya.

Maka izinkanlah aku mencintaiMu didalam segala.

Perkenankanlah aku mencintaiMu dengan mencintai keluargaku, dengan mencintai sahabat- sahabatku, dengan mencintai manusia dan alam semesta.

Allahuramnaanurrahiim..

Ilahi rabbi…

Perkenankanlah aku mencintaiMu semampuku agar cinta itu mengalun dalam jiwaku agar cinta ini mengalir disepanjang nadiku

A great poem by mbak Azi

Thanks to inspirate me to face my life

M

Komentar
  1. mansurqudsy mengatakan:

    subhanallah sungguh indah dan menyentuh hati apa yang tertulis dalam artikel ini,sungguh dengan bermuhasabah diri kita tahu bahwasannya apa yang kita persembahkan untuk Allah swt tuhan kita ternyata sangat kecil bahkan terlalu kecil berbanding dengan persembahan para nabi-nabiNYa Mujahid2Nya dan para SHolihin lainnya..sungguh kita sangat tidak layak apabila mengharap apa yang Allah Swt berikan pada para Kekasih-kesihnya..
    Ya ALloh ya tuhanku anugerahkanlah rasa cintaku terhadapMu melebihi rasa cinta terhadap yang selainMU dan jadikanlah rasa cinta itu mengalir dalam nadiku berdetak mengiringi jantungku..amin

  2. midoza mengatakan:

    Makasih atas komennya ya. Memang bener, kalo kita pikir pikir serluruh ibadah yang telah kit lakukan selama ini kayaknya ndak sebanding dengan nikmat yang udah Allah berikan..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s