Mau makan bangkai ndak?? Enak loh!!

Posted: Maret 1, 2009 in telaga hati
Tag:, ,

Assalaamu’alaikum wr wb

“Ketik Reg Gosip kirim ke 9288″

Demikian isi dari salah satu iklan di televisi yang secara tidak sengaja saya lihat.

Wuih..emang ya, gosip itu sekarang sudah sangat menggejala. Sampai sampai saya rasa udah semacam kebutuhan hidup. Kita bisa lihat, hampir semua stasiun TV, PASTI memiliki acara gosip dengan kamuflase nama menjadi infotainment. Pagi pagi kita sudah di jejali sarapan gosip, yang berlanjut terus sampai sore hari..

Memang menggosip itu adalah pekerjaan yang paling mengasyikkan di dunia ini (kalo ndak percaya coba tanya si….siapa ya?? Ndak usah jauh jauh deh, tanya diri sendiri aja). Rasanya waktu itu terlalu singkat dibanding dengan bahan bergosip kita yang seakan tidak pernah putus, kayak rel kereta.

Iya kan?

Coba deh, kita menggosip dengan teman, paling enak sore hari diberanda rumah atau diruang tengah kos kosan, sambil detemeni gorengan atau es teh, hmmm nikmat banget. Nggak terasa udah maghrib. Malah kadang ada yang ngerasa tanggung sehingga sholatnya jadi “terpaksa” diakhir waktu.

Memang aktivitas yang mengasyikkan..

Tapi tau ndak, ternyata menggosip itu, bahasa kerennya ghibah, adalah perbuatan yang sangat sangat dibenci dalam Islam.

Ghibah bahkan disamakan dengan memekan bangkai saudaranya sendiri..

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujuraat:12)

Naahhh..sekarang saya tanya. Siapa yang sukla makan bangkai?? Enak lho, seenak jika kita menggosip.

Kadang kalau ada yang diingatkan agar menjauhi ghibah mereka akan mengelak dengan alasan.

“Lho itu ndak gosip lho, itu kan kenyataan, fakta lho..”

Coba kita buka lagi apa yang dijelaskan oleh uswah kita :

Abu Hurairah berkata “Wahai Rasulullah, apakah yang dimaksud dengan ghibah itu?” Rasulullah menjawab, “Kamu menceritakan perihal saudaramu yang tidak disukainya.” Ditanyakan lagi, “Bagaimanakah bila keadaan saudaraku itu sesuai dengan yang aku katakan?” Rasulullah menjawab, “Bila keadaan saudaramu itu sesuai dengan yang kamu katakan, maka itulah ghibah terhadapnya. Bila tidak terdapat apa yang kamu katakan maka kamu telah berdusta.”

Yak. Sekarang jelas kan?

Kalau dulu orang akan tersinggung kalau dibilang tukang gosip. Tapi sekarang orang sudah tidak malu malau lagi menyebut dirinya biang gosip. Sudah terjadi pergeseran makna, dan pergeseran akhlak. Kita semakin permisif, sampai sampai tidak sadar kalau kita semakin jauh dari Islam.

Menarik kalau saya mengingat salah satu tulisan ustad Fauzhil Adhim, dia menceritakan kalau dulu di Jawa Timur ada seorang ulama yang langsung memberikan barang berharga kepada orang yang terbukti telah menggosipkan dirinya, ketika ditanya beliau cuma menjawab “Ah itu ndak seberapa, dibanding dengan dihapuskannya dosa saya akibat dia menggunjing saya”

Nah..sekarang coba kita sejenak merenung. Sudah berapa bangkai saudara kita yang sudah kita makan?

Apakah kita salah seorang yang merasa bangga disebut sebagai biang gosip, dianggap yang tau semua gosip terbaru?

Kalu memang iya, alangkah baiknya kita cepat cepat bertaubat.

Tentu kita kita tidak mau termasuk dalam golongan yang pernah diceritakan Rasulullah dalam haditsnya :

“Pada malam Isra’ mi’raj, aku melewati suatu kaum yang berkuku tajam yang terbuat dari tembaga. Mereka mencabik-cabik wajah dan dada mereka sendiri. Lalu aku bertanya pada Jibril, `Siapa mereka?’ Jibril menjawab, `Mereka itu suka memakan daging manusia, suka membicarakan dan menjelekkan orang lain, mereka inilah orang-orang yang gemar akan ghibah!’ (dari Abu Daud berasal dari Anasbin Malik ra).

Wallahua’lam

Gorontalo, Awal desember 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s