“Lho…aku kan cuma bercanda..”

Posted: Maret 1, 2009 in telaga hati, Uncategorized
Tag:,

Pernah ndak kita coba menghitung berapa kesalahan yang kita buat selama satu hari penuh?

Berapa banyak hati yang secara “tidak sengaja” tersakiti oleh kita?

Wah..saya malu mengakuinya..

Kayaknya kok banyak banget.

Terutama itu tadi, menghitung berapa banyak hati yang tersakiti akibat ketidak sengajaan kita.

Sewaktu kuliah dulu, seorang sahabat pernah menegur saya.

“Fan kamu ngomong apa sama si “X”?

Alis saya sejenak bersatu di atas dahi yang berkerut, sambil mengingat ngingat apa yang sudah saya katakan pada salah satu teman saya itu.

“Kayaknya aku ndak ngomong apa apa kok, biasa aja. Emang knapa?

“Ndak papa, kayaknya kok dia marah banget sama kamu tuh.”

“Lho?? kok bisa? Emang aku ngomong apa?”

Dan ternyata jawabannya, dia tersinggung oleh ucapan saya sewaktu kami bercanda di kampus tempo hari…

Saat itu saya sempat berfikir.

“What!! Masa gitu aja bisa marah. Kayaknya aku ngomong biasa aja deh. Lagian aku ndak bermaksud nyakitin dia..beneran!”

Yup, itulah pembelaan yang sering kita ucapkan saat menghadapi masalah seperti itu.

“Aku ndak bermaksud kok” atau “Aku kan ndak sengaja ngomongnya”

Simpel memang.

Tapi pernah ndak kita berfikir, sesakit apa hati teman kita saat kita “salah ngomong” itu??

Masing masing orang mempunyai standar yang berbeda beda..

Kita ndak bisa menyamaratakan semuanya. Hal hal yang kita anggap ndak bakal berdampak apa apa bagi kita, bisa jadi justru berefek besar banget bagi orang lain.

Apalagi itu berhubungan dengan tutur lisan kita.

Sering kali saat bercanda, kita secara tidak sadar (atau malah sadar??) mengolok olok teman kita, atau menjadikan diri orang lain sebagai bahan candaan.

Memang konteks saat itu adalah bercanda, tapi kita kan ndak tau apakah ucapan kita yang berdalih candaan itu bisa dan sangat mungkin sekali menyakiti perasaan orang laen?

Dan itu sering kali kita lakukan. Setiap bercanda dengan teman kampus kita,setiap mengobrol ringan dengan para sahabat, setiap berguyon dengan sohib sohib satu kos, secara “tidak sadar” kita selalau menyakiti hati perasaan orang lain.

Dan mungkin itu kita lakukan hampir setiap hari!!

Masya Allah..

Sekarang mari kita hitung… Berapa banyak hati yang sudah kita lukai lewat tutur kita yang sangat menyakitkan?

Berapa banyak perasaan yang tersakiti akibat candaan kita yang sudah kelewatan?

Dan kita cuma berdalih “Lho..aku kan cuma bercanda..”

Sepertinya apologi seperti itu harus pelan pelan kita hilangkan dari diri kita. Mari kita -terutama saya- mulai saat ini sama sama belajar menjaga lidah kita, menjaga lisan kita,dan membatasi candaan kita sehingga tidak ada lagi hati hati dan perasaan yang tersakiti akibat “ketidak sengajaan” kita.

Kan ndak lucu jika sewaktu penghisaban di mahsyar nanti kita masih juga mengucapkan “Lho..saya kan cuma bercanda..”

M,

Serang, awal januari dua ribu delapan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s