Kebijakan yang kurang bijak

Posted: Maret 1, 2009 in Info Sejawat
Tag:,

Assalaamu’alaikum wr wb

Alhamdulillah akhirnya saya bisa ngeblog lagi..

Ada satu hal yang.., yah menurut saya sie ndak terlalu penting, tapi kok terasa ngganjel aja.

It’s about policy of PTT. Mungkin temen temen sejawat dah pada mahfum, kalau kita sekarang udah ndak diwajibkan lagi buat mengikuti PTT setelah menyelesaikan pendidikan profesi kita. Dan itu, awalnya, merupakan angin yang sangat menyegarkan bagi saya.

Terbayang di benak saya, jika kebijakan itu sangat memihak kita, para fresh graduters, he..he.. maksudnya yang baru aja di sumpah getho..

Tapi ternyata setelah turun kelapangan, kok yang saya temuin masih status quo!

Awalnya memang saya ndak pengen ngambil PTT. Ada niatan mencari pengalaman di klinik saja sambil mencari kesempatan bekerja di RSU atau melanjutkan ke PPDS.

Tapi, ternyata oh ternyata…

Setelah saya buka buka website tentang pendidikan spesialis, masih saja sebagian besar besar, bahkan seluruh fak besar mewajibkan, meski hanya tersirat, harus selesai PTT.

Disana memang tidak ada syarat : Harus selesai PTT.

Tapi disana ditulis : “diutamakan yang pasca PTT” atau “lokasi PTT jadi salah satu pertimbangan”, nah lho..

Apalagi saat saya mencoba melamar ke RSU, yang peretama kali mereka tanya adalah “Dokter sudah PTT atau belum?”

Fiuh…

Ternyata kebijakan pemerintah untuk membebaskan kewajiban PTT sampai sekarang belum cukup bijak untuk menyelesaikan masalah birokrasi yang diterapkan sejak jaman orde baru.

Dan baru saja saya membuka situs depkes tentang pembukaan lowongan CPNS disana, syarat yang tercantum disitu lagi lagi : “Diutamakan yang pasca PTT”

Yup…mungkin kenyataan ini membuat kita para fresh graduaters menjadi berfikir ulang untuk tidak mencoba mengadu nasib di PTT.

Anyway, ndak ada salahnya juga nyoba PTT. Hitung hitung nambah pengalaman en nambah fulus. Siapa tau ketemu saya di Gorontalo, he..he..

Buat temen temen di FK UNISSULA yang baru wisuda atau pun baru disumpah, keep your spirit!!! Allah selalu bersama orang orang yang bersabar.

Gorontalo, 26 Oktober 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s