Karena dimataku engkau begitu sempurna

Posted: Maret 1, 2009 in telaga hati, Uncategorized
Tag:,

Sepasang suami istri yang sudah beberapa tahun menikah, pada suatu minggu pagi yang cerah sedang berbincang sambil bercanda di kamar mereka. Banyak yang mereka bicarakan, mulai dari masalah pekerjaan, lingkungan sekitar sampai berita terhangat yang sedang terjadi di negri ini. Seru sekali perbincangan mereka yang sesekali diselingi dengan tawa dan canda itu.

Tiba – tiba sang istri mengajukan sebuah gagasan, agar mereka memainkan sebuah permaianan tentang seberapa jauh mereka mengenal pasangan mereka..

“Mas, yuk kita memainkan sebuah permaianan..pasti mas suka deh..”

“Permainan apa??” ujar sang suami polos.

“Jadi permaianan ini bertujuan untuk menguji seberapa jauh kita mengenal pasangan masing masing..”

“Ooooh..boleh..” jawab sang suami kalem.

Sang istri pun kemudian mempersiapkan dua lembar kertas. Satu lembar dia berikan kepada sang suami.

“Naah..pertama tama masing masing kita menuliskan kejelekan kejelekan pasangan kita masing masing..setuju??”

Sang suami mengangguk tanda setuju.

Tidak berselang lama mereka berdua sudah tertunduk menghadap kertas mereka masing masing dan menuliskan kejelekan pasangan mereka.

Selang sepuluh menit…

“Yup…aku dah selesai..!” tukas sang istri..

Mereka kemudian memegang kertas mereka masing masing..

“Aku baca duluan ya, mas..” ujar si istri yang disambut dengan anggukan suaminya.

Sang istri kemudian membacakan urut demi urut kejelekan sang suami, yang ternyata cukup banyak itu… Si lelaki hanya mendengarkan dengan seksama, sambil sesekali tersenyum.

tak lama kemudian..

“Nah..aku dah selesai..sekarang giliran mas..”

Mengetahui sudah mendapat giliran membaca daftarnya, sang suami sedikit tergagap..

Perlahan dia membalik kertas yang dia pegang.

Ternyata dia sama sekali tidak menuliskan apapun di kertas itu..

Putih..bersih

“Lho..kok ndak nulis apa apa mas” tanya sang istri heran.

“Saya hanya bingung.. Saya bingung harus menulis apa. Sekian tahun saya mengenal kamu, selama itu pula saya hanya menemukan kebaikan dari dirimu.. Tanpa cacad sedikitpun. Saya jadi bingung, kejelekan apa yang ada di dirimu.., karena dimata saya kamu begitu sempurna. Sebagai seorang istri.., seorang ibu.., dan seorang sahabat…” papar sang suami lembut..

Perlahan, butiran kristal mengalir dari sudut mata sang istri yang dalam sekejap menyungai membasahi pipinya.

“Maafkan saya mas…” isak sang istri yang kemudian disambut pelukan hangat dari sang suami…

Sepenggal kisah diatas mencerminkan sebagian diri kita yang selalu saja mencari kesempurnaan dari pasangan kita. Kadang kita lupa betapa manusia itu tidak ada yang sempurna. Pun kita sendiri.

Mencari pasangan hidup yang akan menjadi orang terdekat kita dalam berbagi suka, duka, keluh, dan kesah dalam sisa umur kita, bukanlah mencari sosok yang sempurna.

Melainkan orang yang dapat menutupi kejelekan kita. Dapat menjadi penopang terhadap kelemahan kita dan dapat menjadi pelengkap terhadap kekurangan kita…

Ingat, sempurna bukanlah milik manusia. Cuma Allah yang menguasai kesempurnaan…

M,

Senja di hari Rabu menjelang ashar.

Komentar
  1. carl mengatakan:

    yang pasti cinta pasangan itu milik Allah jua…

  2. wyd mengatakan:

    my heart is touched….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s