Gusti Alloh ndak pernah tidur mas..

Posted: Maret 1, 2009 in telaga hati, Uncategorized
Tag:,

Langkah kupercepat menyusuri aspal jalanan Semarang malam itu. Sekilas kulirik jam di dinding warteg yang ku lewati “hmmm sudah jam sepuluh malem, wah nyandak ra’ ya..” batinku. Aku memang terburu buru ingin segera sampai di kos. Bagaimana tidak, sudah sejak setengah jam yang lalu langit Semarang terlihat gelap,mendung menutupi rembulan yang saat itu semestinya sedang purnama.

Angin semakin kencang bertiup. Agak berlari aku mempercepat langkahku..

Perlahan tapi pasti, jarum-jarum air yang akhirnya turun itu berubah menjadi tirai air yang mengguyur bumi. “Wah gawat nih. Harus cari tempat berteduh”, pikirku.

Sekilas aku menangkap sebuah gerobak nasi goreng yang sedang mangkal dipinggir jalan. Atapnya terlihat cukup buat aku jadikan tempat berteduh. Aku bergegas kesana…

“Ngiyup dulu mas..” Bapak penjual nasi goreng terlebih dulu menawarkan aku untuk berteduh setibanya aku di bawah atap gerobaknya.

“Iya, numpang ya pak”, bapak itu hanya mengangguk sambil tersenyum.

Satu menit berlalu.. Suasana terasa agak kaku antara aku dan si bapak. Aku sibuk dengan pikiranku sendiri sambil berharap hujan akan segera reda, sementara si bapak terlihat sedang asyik menikmati rokok Gudang garamnya.

Tersadar akan suasana seperti itu, sakaligus untuk menghilangkan ketidak enakanku, aku pun berinisiatif untuk memesan dagangan si bapak. Kebetulan, perutku juga agak lapar.

“Pak, nasi gorengnya satu ya..”

Si bapak hanya tersenyum untuk kemudian bangkit dan mulai meracik bumbu yang akan dimasak bersama nasi yang aku pesan. Lalu dengan cekatan bapak itu mulai melakukan aksinya memasak nasi goreng. Terlihat tangan dan gerakannya sangat terampil dan cekatan, profesional sekali, keterampilan yang pasti tidak akan bisa dicapai dalam waktu instan.

Tak berapa lama nasi goreng panas sudah terhidang dipiring yang aku pegang.

Sambil menikmati hasil masakan si bapak, basa basi aku mencoba memulai percakapan.

“Wah kayaknya hujan semakin deras saja nih”

“Iya mas..,dagangan saya jadi agak sepi..”, tukas si bapak sambil menghisap rokoknya dalam dalam.

“Wah berarti rejekinya berkurang dong pak!”

“Walah..biarin aja lah, rejeki sudah ada yang ngatur. Gusti Alloh ndak pernah tidur mas. Pasti Dia ngasih saya rejeki dari jalan yang laen”

Aku terdiam sejenak.

“Saya malah senang kok kalau hujan kayak gini mas..” bapak itu melanjutkan. “Pasti istri saya di kampung juga senang, karena sawah kami bisa mendapatkan air yang cukup. Yah sawah kecil kecilan mas, tapi cukuplah buat nambah uang dapur..” babak itu terdiam sejenak untuk membuang rokoknya yang sudah habis. “Anak saya juga mungkin bisa dapet tambahan rejeki dari ngojek payung di Simpang Lima mas..” lanjutnya.

Aku cuma manggut-manggut.

Sungguh diluar dugaanku. Mungkin buat kebanyakan orang, apalagi yang seperti bapak penjual nasi goreng ini, yang rejekinya berkurang kalau hujan begini pasti akan misuh misuh. Tapi, si bapak ternyata punya pandangan berbeda. Dia begitu yakin kalau yang Maha Kuasa tidak akan membiarkan hambanya dalam kesulitan yang berkepanjangan.

“Gusti Alloh ndak pernah tidur mas..” Kata-kata itu terus terngiang di kepalaku sepanjang perjalanan pulang.. Si bapak benar – benar banget – rejeki sudah ada yang ngatur.

Tapi kadang kita ndak menyadarinya. Kita hanya terpaku pada sisi pandang kita sebagai manusia. Sampai kita terkadang melupakan janji Allah pada kita kalau kita akan dibukakan pintu rejeki dari jalan yang tidak kita duga duga. Janji Allah pasti ditepati!! Jangan takut saudaraku.

Gusti Alloh ndak pernah tidur…

Malam hari, selepas hujan mengguyur Semarang yang panas.

M

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s