<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>midoza's Blog</title>
	<atom:link href="http://midoza.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://midoza.wordpress.com</link>
	<description>In the name of Allah, the Most Mercifull the Most Benificent.</description>
	<lastBuildDate>Tue, 03 Jan 2012 02:27:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='midoza.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>midoza's Blog</title>
		<link>http://midoza.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://midoza.wordpress.com/osd.xml" title="midoza&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://midoza.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Satu Desember&#8230;</title>
		<link>http://midoza.wordpress.com/2011/12/01/satu-desember/</link>
		<comments>http://midoza.wordpress.com/2011/12/01/satu-desember/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Dec 2011 08:58:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dr.M</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[akhir tahun]]></category>
		<category><![CDATA[corat coret]]></category>
		<category><![CDATA[desember]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://midoza.wordpress.com/?p=251</guid>
		<description><![CDATA[Assalaamu&#8217;alaikum wr wb Hari ini tepat tanggal 1 Desember 2011, awal bulan terakhir tahun 2011. Banyak yang aku bisa peringati di hari dan bulan ini. Hari ini adalah hari AIDS sedunia, Sebagai praktisi kesehatan selayaknya saya mengajak semua penginjung blog saya ini untuk bersama sama memberikan perhatian kepada penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh ini. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=midoza.wordpress.com&amp;blog=6779972&amp;post=251&amp;subd=midoza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalaamu&#8217;alaikum wr wb<br />
Hari ini tepat tanggal 1 Desember 2011, awal bulan terakhir tahun 2011.<br />
Banyak yang aku bisa peringati di hari dan bulan ini.<br />
Hari ini adalah hari AIDS sedunia, Sebagai praktisi kesehatan selayaknya saya mengajak semua penginjung blog saya ini untuk bersama sama memberikan perhatian kepada penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh ini. Jangan sampai penyakit ini berkembang semakin luas dilingkungan tempat tingga kita. Marilah kita jadi agen perubahan untuk menyadarkan masyarakat akan behayanya penyakit ini dan cara untuk mencegahnya.<br />
Yang kedua, di bulan ibi 26 hari kedepan adalah hari peringatan pernikahan saya yang memasuki usia tiga tahun&#8230;Subhanallah ndak terasa tiga tahun sudah aku menjadi seorang suami dan menjadi imam bagi keluarga yang aku bina bersama istri tercinta dan seorang putri cantik yang sudah memasuki tahun kedua usianya.<br />
Di bulan ini juga masih segar aroma tahun baru hujriah 1433H. Untuk itu saya mengajak semua pembaca blog ini, mari kita bersama memperbaiki diri kita agar menjadi individu yang lebih baek lagi di tahun ini.. amien..</p>
<p>Salam<br />
dr.M</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/midoza.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/midoza.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/midoza.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/midoza.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/midoza.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/midoza.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/midoza.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/midoza.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/midoza.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/midoza.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/midoza.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/midoza.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/midoza.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/midoza.wordpress.com/251/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=midoza.wordpress.com&amp;blog=6779972&amp;post=251&amp;subd=midoza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://midoza.wordpress.com/2011/12/01/satu-desember/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6ab7981f181c82c164562e84a6116448?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">midoza</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pelatihan USG Kedokteran Dasar PUSKI</title>
		<link>http://midoza.wordpress.com/2011/10/14/pelatihan-usg-kedokteran-dasar-puski/</link>
		<comments>http://midoza.wordpress.com/2011/10/14/pelatihan-usg-kedokteran-dasar-puski/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Oct 2011 03:26:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dr.M</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Sejawat]]></category>
		<category><![CDATA[info sejawat]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan usg]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan usg dasar]]></category>
		<category><![CDATA[PUSKI]]></category>
		<category><![CDATA[puski angkatan 30]]></category>
		<category><![CDATA[Puski angkatan XXX]]></category>
		<category><![CDATA[USG]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://midoza.wordpress.com/?p=246</guid>
		<description><![CDATA[Selama kurang lebih 12 minggu atau tiga bulan full, saya ditugaskan dari RS tempat saya bekerja untuk mengikuti program pelatihan USG dasar yang diselenggarakan oleh PUSKI. Lokasi tempat pelatihan ini terletak dikantor/sekretariat PUSKI di Jalan Radio Dalam no 1B. Tiga minggu pertama diisi dengan kuliah oleh para pemateri yang sangat berkualityas, seperti dr. Daniel Makes, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=midoza.wordpress.com&amp;blog=6779972&amp;post=246&amp;subd=midoza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selama kurang lebih 12 minggu atau tiga bulan full, saya ditugaskan dari RS tempat saya bekerja untuk mengikuti program pelatihan USG dasar yang diselenggarakan oleh PUSKI. Lokasi tempat pelatihan ini terletak dikantor/sekretariat PUSKI di Jalan Radio Dalam no 1B. Tiga minggu pertama diisi dengan kuliah oleh para pemateri yang sangat berkualityas, seperti dr. Daniel Makes, Sp.Rad (beliau nih pendiri PUSKI, orangnya pinter banget); dr.H. Sidharta; Prof.dr. Oetomo Marsis,Sp.OG; dr. Judi, Sp.OG dll. Adapun saya termasuk dalam angkatan ke XXX, yang beranggotakan 18 orang. Mulai dari spesialis, residen, pemilik klinik, wakil direktur dsb. Setelah tiga minggu dicekoki berbagai macam teori, dan tentu saja praktek (istilahnya hands on) dari minggu ke empat sampai ke dua belas kami dilepas ke beberapa RS besar diseputaran Jakarta.<br />
Keunggulan pelatihan ini adalah selain mendapat pengajaran dari para sesepuh dan dedengkot USG (radiolog, spesialis anak, obgyn, sampai insinyur fisika) kita juga bebas melakukan hands on sepuasnya. Pasien/probandus disediakan oleh pihak PUSKI, dan RS mitra juga bukan RS sembarangan. Ada RSPAD, Siloam, RS Pelni, RSAL Mintoharjo, RS UKI, RS Graha Kedoya, dll.<br />
Dan sekarang saya baru masuk di akhir minggu ketiga dan sudah melalui post test kemarin. Mulai hari senin besok, kami akan dilepas ke RS mitra untuk mengaplikasikan teori yang kami dapat dan mencari kasus yang ada di RS tersebut, siapa tau ada kasus yang menarik,..hehe.<br />
Doain yak!!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/midoza.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/midoza.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/midoza.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/midoza.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/midoza.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/midoza.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/midoza.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/midoza.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/midoza.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/midoza.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/midoza.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/midoza.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/midoza.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/midoza.wordpress.com/246/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=midoza.wordpress.com&amp;blog=6779972&amp;post=246&amp;subd=midoza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://midoza.wordpress.com/2011/10/14/pelatihan-usg-kedokteran-dasar-puski/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6ab7981f181c82c164562e84a6116448?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">midoza</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kenangan malam tumbilotohe&#8230;</title>
		<link>http://midoza.wordpress.com/2011/09/18/kenangan-malam-tumbilotohe/</link>
		<comments>http://midoza.wordpress.com/2011/09/18/kenangan-malam-tumbilotohe/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Sep 2011 15:14:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dr.M</dc:creator>
				<category><![CDATA[corat coret]]></category>
		<category><![CDATA[Info Sejawat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://midoza.wordpress.com/?p=243</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu kenangan yang begitu membekas diingatan saya saat bertugas sebagai dokter PTT di Gorontalo adalah saat menjalani puasa disana. Benar benar nuansa Ramadhan yang sangat berbeda jika dibandingkan dengan daerah lain yang pernah saya tinggali. Sebagai catatan sejak zaman ko ass alhamdulillah saya tidak pernah menjalani puasa dan lebaran di tempat yang sama sebanyak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=midoza.wordpress.com&amp;blog=6779972&amp;post=243&amp;subd=midoza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu kenangan yang begitu membekas diingatan saya saat bertugas sebagai dokter PTT di Gorontalo adalah saat menjalani puasa disana. Benar benar nuansa Ramadhan yang sangat berbeda jika dibandingkan dengan daerah lain yang pernah saya tinggali.</p>
<p>Sebagai catatan sejak zaman ko ass alhamdulillah saya tidak pernah menjalani puasa dan lebaran di tempat yang sama sebanyak dua kali. Dimulai saat koass tahun pertama yang puasa dan lebaran di kudus, disinilah saya tau istilah <em>“dandangan”</em>. Sebuah aktivitas khas daerah Kudus setiap menjelang Ramadhan yang hampir identik dengan <em>“dugderan”</em> di Semarang. Masuk tahun kedua koass, saya kembali menghabiskan puasa di Semarang lagi. Ditahun pertama jadi dokter puasa saya habiskan di Serang dan lebaran di Medan. Dan di tahun berikutnya yaitu 2009 saya berkesempatan mencicipi puasa dan lebaran di Gorontalo.</p>
<p>Banyak hal yang sama sekali baru yang saya dapatkan selama menjalani puasa di Gorontalo. Ibadah puasanya sih sama saja seperti daerah lain, namun budaya lokalnya yang amat sangat saya sukai. Dan salah satunya adalah malam tumbilotihe.</p>
<p>Secara harfiah, menurut ti opa guru, si empunya rumah dimana saya tinggal selama PTT, tumbilotohe adalah malam pasang lampu. Dimana malam tumbilotohe dilakukan 3 hari sebelum akhir Ramadhan. Sebenarnya “lampu” yang dimaksud disisi bukanlah lampu yang bohlam, namun lampu minyak yang ditempatkan didalam botol.</p>
<p>Pada malam itu seluruh sudut Gorontalo dipenuhi dengan lampu, mulai dari pinggir jalan, rumah penduduk, sawah, lapangan, sungai sampai rumah gubernur dan walikota ikut diramaikan oleh lampu minyak. Sangat indah.</p>
<p>Dan di daerah yang agak jauh dari kota, kemeriahan malam tumbilotohe semakin terasa sekali. Kita dapat bayangkan didaerah dengan penerangan yang minimal, lampu minyak bertebaran dimana mana. Tidak bisa dibayangkan betapa indahnya malam tumbilotohe. Dan keindahan itu sangat membekas sampai saya merasakan Ramadhan berikutnya di Tegal, tempat tinggal saya sekarang.</p>
<p>Ingin rasanya kembali ke Gorontalo hanya untuk merasakan kemeriahan malam tumbilotohe kapan-kapan. Dan buat para TS yang berkesempatan dinas ke Gorontalo saya sarankan janganlah pulang saat lebaran. Rasakan akhir Ramadhan di Gorontalo dan rasakan kekeluargaan yang sangat erat disana, saya jamin itu kan jadi momen tak terlupakan dari bumi Serambi Madinah.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/midoza.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/midoza.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/midoza.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/midoza.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/midoza.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/midoza.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/midoza.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/midoza.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/midoza.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/midoza.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/midoza.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/midoza.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/midoza.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/midoza.wordpress.com/243/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=midoza.wordpress.com&amp;blog=6779972&amp;post=243&amp;subd=midoza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://midoza.wordpress.com/2011/09/18/kenangan-malam-tumbilotohe/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6ab7981f181c82c164562e84a6116448?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">midoza</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>My First Notebook</title>
		<link>http://midoza.wordpress.com/2011/09/14/my-first-notebook/</link>
		<comments>http://midoza.wordpress.com/2011/09/14/my-first-notebook/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Sep 2011 06:24:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dr.M</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[compaq]]></category>
		<category><![CDATA[compaq cq 435.]]></category>
		<category><![CDATA[corat coret]]></category>
		<category><![CDATA[cq 435 tu]]></category>
		<category><![CDATA[hp cq 435]]></category>
		<category><![CDATA[laptop]]></category>
		<category><![CDATA[notebook]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://midoza.wordpress.com/?p=237</guid>
		<description><![CDATA[Hurrayy&#8230;..alhamdulillah setelah sekian lama menunggu dan sekian lama tertunda akhirnya ane punya laptop juga!!! Sebenarnya udah sejak setahunan lalu ane pengen punya laptop tapi selalu kebentur samna keperluan yang lebih besar dan lebih penting. Dan akhirnya tepak dua hari yang lalu akhirnya ane bisa juga nenteng laptop ke rumah..YEEEssssssss.. Setelah nyari kesana kemari, masuk toko [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=midoza.wordpress.com&amp;blog=6779972&amp;post=237&amp;subd=midoza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hurrayy&#8230;..alhamdulillah setelah sekian lama menunggu dan sekian lama tertunda akhirnya ane punya laptop juga!!!<br />
Sebenarnya udah sejak setahunan lalu ane pengen punya laptop tapi selalu kebentur samna keperluan yang lebih besar dan lebih penting. Dan akhirnya tepak dua hari yang lalu akhirnya ane bisa juga nenteng laptop ke rumah..YEEEssssssss..<br />
Setelah nyari kesana kemari, masuk toko komputer berkali kali, liat pameran berkali kali ampe tanya teman sana sini, ane malah jadi bingung.<br />
Banyak pilihan mulai dari procie dual core, core 2 duo, core i3. Dari merk Samsung, Acer, hp Compaq, Axioo, ampe Dell&#8230; dan akhirnya setelah bertapa siang malem, puasa sebulan penuh (kan Ramadahan, hehe..), plus istikharoh, (wkwkwk..lebay amat yak??) pilihan ane jatuh ke laptop hp Compaq CQ 435.<br />
Secara dari dulu ane demen banget ama produk hp Compaq, makane ane bela belain beli tuh lappie.<br />
Nih penampakannya&#8230;<br />
<a href="http://midoza.files.wordpress.com/2011/06/cq435.jpeg"><img src="http://midoza.files.wordpress.com/2011/06/cq435.jpeg?w=614" alt="" title="cq435"   class="alignleft size-full wp-image-239" /></a></p>
<p><a href="http://midoza.files.wordpress.com/2011/06/cq435-lagi.jpeg"><img src="http://midoza.files.wordpress.com/2011/06/cq435-lagi.jpeg?w=614" alt="" title="cq435 lagi"   class="alignleft size-full wp-image-240" /></a></p>
<p>Secara umum kinerja lappie ane sesuai dengan harapanlah, secara ane ndak make buat yang aneh aneh. Yah meskipun ada masukan juga mendingan langsung beli Lenovo core i3 ato Sony Vaio, ane tetep bergeming, kadung jatuh hati sama ama nie lappie. Dengan bandrol 3,6 jt ane pikir sesuai lah sama speknya.</p>
<p>AMD E350 (2.26GHz),<br />
2GB DDR3,<br />
500GB HDD, DVDRW, LAN 10/100 Mbps, Wireless LAN 802.11 b/g/n,<br />
Card Reader, Port USB, Webcam, Bluetooth,<br />
ATI Mobility Radeon HD 6310, 14.0&#8243; WXGA HD LED Widescreen Display, DOS (Non OS).<br />
Abis itu langsung ane pasang Win7 langsung sama driver di tempat. Ane coba..dan.. MEMUASKAN..<br />
Semoga aja lappie ane ini bs awet yak&#8230;.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/midoza.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/midoza.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/midoza.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/midoza.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/midoza.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/midoza.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/midoza.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/midoza.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/midoza.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/midoza.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/midoza.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/midoza.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/midoza.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/midoza.wordpress.com/237/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=midoza.wordpress.com&amp;blog=6779972&amp;post=237&amp;subd=midoza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://midoza.wordpress.com/2011/09/14/my-first-notebook/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6ab7981f181c82c164562e84a6116448?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">midoza</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://midoza.files.wordpress.com/2011/06/cq435.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">cq435</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://midoza.files.wordpress.com/2011/06/cq435-lagi.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">cq435 lagi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mandikan aku Bunda&#8230;..</title>
		<link>http://midoza.wordpress.com/2011/02/18/mandikan-aku-bunda/</link>
		<comments>http://midoza.wordpress.com/2011/02/18/mandikan-aku-bunda/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Feb 2011 15:49:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dr.M</dc:creator>
				<category><![CDATA[telaga hati]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[parenting]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://midoza.wordpress.com/?p=229</guid>
		<description><![CDATA[Rani, sebut saja begitu namanya. Kawan kuliah ini berotak cemerlang dan memiliki idealisme tinggi. Sejak masuk kampus, sikap dan konsep dirinya sudah jelas: meraih yang terbaik, di bidang akademis maupun profesi yang akan digelutinya. “Why not the best,” katanya selalu, mengutip seorang mantan presiden Amerika. Ketika Universitas mengirim mahasiswa untuk studi Hukum Internasional di Universiteit [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=midoza.wordpress.com&amp;blog=6779972&amp;post=229&amp;subd=midoza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rani, sebut saja begitu namanya. Kawan kuliah ini berotak cemerlang dan memiliki idealisme tinggi. Sejak masuk kampus, sikap dan konsep dirinya sudah jelas: meraih yang terbaik, di bidang akademis maupun profesi yang akan digelutinya. “Why not the best,” katanya selalu, mengutip seorang mantan presiden Amerika.</p>
<p>Ketika Universitas mengirim mahasiswa untuk studi Hukum Internasional di Universiteit Utrecht , Belanda, Rani termasuk salah satunya. Saya lebih memilih menuntaskan pendidikan kedokteran. Berikutnya, Rani mendapat pendamping yang “selevel“, sama-sama berprestasi, meski berbeda profesi.</p>
<p>Alifya, buah cinta mereka, lahir ketika Rani diangkat sebagai staf diplomat, bertepatan dengan tuntasnya suami dia meraih PhD. Lengkaplah kebahagiaan mereka. Konon, nama putera mereka itu diambil dari huruf pertama hijaiyah “alif” dan huruf terakhir “ya“, jadilah nama yang enak didengar: Alifya. Saya tak sempat mengira, apa mereka bermaksud menjadikannya sebagai anak yang pertama dan terakhir.</p>
<p>Ketika Alif, panggilan puteranya itu, berusia 6 bulan, kesibukan Rani semakin menggila. Bak garuda, nyaris tiap hari ia terbang dari satu kota ke kota lain, dan dari satu negara ke negara lain. Setulusnya saya pernah bertanya, “Tidakkah si Alif terlalu kecil untuk ditinggal-tinggal?” Dengan sigap Rani menjawab, “Oh, saya sudah mengantisipasi segala sesuatunya. Everything is OK!” Ucapannya itu betul-betul ia buktikan. Perawatan dan perhatian anaknya, ditangani secara profesional oleh baby sitter mahal. Rani tinggal mengontrol jadwal Alif lewat telepon. Alif tumbuh menjadi anak yang tampak lincah, cerdas dan gampang mengerti.</p>
<p>Kakek-neneknya selalu memompakan kebanggaan kepada cucu semata wayang itu, tentang kehebatan ibu-bapaknya. Tentang gelar dan nama besar, tentang naik pesawat terbang, dan uang yang banyak. “Contohlah ayah-bunda Alif, kalau Alif besar nanti.” Begitu selalu nenek Alif, ibunya Rani, berpesan di akhir dongeng menjelang tidurnya.</p>
<p>Ketika Alif berusia 3 tahun, Rani bercerita kalau dia minta adik. Terkejut dengan permintaan tak terduga itu, Rani dan suaminya kembali menagih pengertian anaknya. Kesibukan mereka belum memungkinkan untuk menghadirkan seorang adik buat Alif. Lagi-lagi bocah kecil ini “memahami” orang tuanya. Buktinya, kata Rani, ia tak lagi merengek minta adik. Alif, tampaknya mewarisi karakter ibunya yang bukan perengek. Meski kedua orangtuanya kerap pulang larut, ia jarang sekali ngambek. Bahkan, tutur Rani, Alif selalu menyambut kedatangannya dengan penuh ceria. Maka, Rani menyapanya “malaikat kecilku“. Sungguh keluarga yang bahagia, pikir saya. Meski kedua orangtuanya super sibuk, Alif tetap tumbuh penuh cinta. Diam-diam, saya iri pada keluarga ini.</p>
<p>Suatu hari, menjelang Rani berangkat ke kantor, entah mengapa Alif menolak dimandikan baby sitter. “Alif ingin Bunda mandikan,” ujarnya penuh harap. Karuan saja Rani, yang detik ke detik waktunya sangat diperhitungkan, gusar. Ia menampik permintaan Alif sambil tetap gesit berdandan dan mempersiapkan keperluan kantornya. Suaminya pun turut membujuk Alif agar mau mandi dengan Tante Mien, baby sitter-nya. Lagi-lagi, Alif dengan pengertian menurut, meski wajahnya cemberut.</p>
<p>Peristiwa ini berulang sampai hampir sepekan. “Bunda, mandikan aku!” kian lama suara Alif penuh tekanan. Toh, Rani dan suaminya berpikir, mungkin itu karena Alif sedang dalam masa pra-sekolah, jadinya agak lebih minta perhatian. Setelah dibujuk-bujuk, akhirnya Alif bisa ditinggal juga.</p>
<p>Sampai suatu sore, saya dikejutkan telponnya Mien, sang baby sitter. “Bu dokter, Alif demam dan kejang-kejang. Sekarang di Emergency.” Setengah terbang, saya ngebut ke UGD. But it was too late. Allah swt sudah punya rencana lain. Alif, si malaikat kecil, keburu dipanggil pulang oleh-Nya.</p>
<p>Rani, ketika diberi tahu soal Alif, sedang meresmikan kantor barunya. Ia shock berat. Setibanya di rumah, satu-satunya keinginan dia adalah memandikan putranya. Setelah pekan lalu Alif mulai menuntut, Rani memang menyimpan komitmen untuk suatu saat memandikan anaknya sendiri.</p>
<p>Dan siang itu, janji Rani terwujud, meski setelah tubuh si kecil terbaring kaku. “Ini Bunda Lif, Bunda mandikan Alif,” ucapnya lirih, di tengah jamaah yang sunyi. Satu persatu rekan Rani menyingkir dari sampingnya, berusaha menyembunyikan tangis.</p>
<p>Ketika tanah merah telah mengubur jasad si kecil, kami masih berdiri mematung di sisi pusara. Berkali-kali Rani, sahabatku yang tegar itu, berkata, “Ini sudah takdir, ya kan . Sama saja, aku di sebelahnya ataupun di seberang lautan, kalau sudah saatnya, ya dia pergi juga kan ?” Saya diam saja. Rasanya Rani memang tak perlu hiburan dari orang lain. Suaminya mematung seperti tak bernyawa. Wajahnya pias, tatapannya kosong. “Ini konsekuensi sebuah pilihan,” lanjut Rani, tetap mencoba tegar dan kuat. Hening sejenak. Angin senja meniupkan aroma bunga kamboja.</p>
<p>Tiba-tiba Rani berlutut. “Aku ibunyaaa!” serunya histeris, lantas tergugu hebat. Rasanya baru kali ini saya menyaksikan Rani menangis, lebih-lebih tangisan yang meledak. “Bangunlah Lif, Bunda mau mandikan Alif. Beri kesempatan Bunda sekali saja Lif. Sekali saja, Aliiif..” Rani merintih mengiba-iba. Detik berikutnya, ia menubruk pusara dan tertelungkup di atasnya. Air matanya membanjiri tanah merah yang menaungi jasad Alif. Senja pun makin tua.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/midoza.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/midoza.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/midoza.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/midoza.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/midoza.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/midoza.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/midoza.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/midoza.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/midoza.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/midoza.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/midoza.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/midoza.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/midoza.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/midoza.wordpress.com/229/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=midoza.wordpress.com&amp;blog=6779972&amp;post=229&amp;subd=midoza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://midoza.wordpress.com/2011/02/18/mandikan-aku-bunda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6ab7981f181c82c164562e84a6116448?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">midoza</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bacalah kisah ini, dan jika ingin menangis..menangislah</title>
		<link>http://midoza.wordpress.com/2011/02/18/bacalah-kisah-ini-dan-jika-ingin-menangis-menangislah/</link>
		<comments>http://midoza.wordpress.com/2011/02/18/bacalah-kisah-ini-dan-jika-ingin-menangis-menangislah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Feb 2011 15:40:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dr.M</dc:creator>
				<category><![CDATA[telaga hati]]></category>
		<category><![CDATA[istri]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[suami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://midoza.wordpress.com/?p=224</guid>
		<description><![CDATA[Cerita ini adalah kisah nyata… dimana perjalanan hidup ini ditulis oleh seorang istri dari teman saya yang di simpan dalam sebuah laptopnya.Bacalah, semoga kisah nyata ini menjadi pelajaran bagi kita semua.(semoga menjadi pengingat bagiku, ketika ku sudah melangkah ke dalam kehidupan baru) *** Cinta itu butuh kesabaran… Sampai dimanakah kita harus bersabar menanti cinta kita??? [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=midoza.wordpress.com&amp;blog=6779972&amp;post=224&amp;subd=midoza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cerita ini adalah kisah nyata… dimana perjalanan hidup ini ditulis oleh seorang istri dari teman saya yang di simpan dalam sebuah laptopnya.Bacalah, semoga kisah nyata ini menjadi pelajaran bagi kita semua.(semoga menjadi pengingat bagiku, ketika ku sudah melangkah ke dalam kehidupan baru)</p>
<p>***<br />
Cinta itu butuh kesabaran…<br />
Sampai dimanakah kita harus bersabar menanti cinta kita???<br />
Hari itu.. aku dengannya berkomitmen untuk menjaga cinta kita..<br />
Aku menjadi perempuan yg paling bahagia…..<br />
Pernikahan kami sederhana namun meriah…..<br />
Ia menjadi pria yang sangat romantis pada waktu itu.<br />
Aku bersyukur menikah dengan seorang pria yang shaleh, pintar, tampan &amp; mapan pula.<br />
Ketika kami berpacaran dia sudah sukses dalam karirnya.<br />
Kami akan berbulan madu di tanah suci, itu janjinya ketika kami berpacaran dulu..Dan setelah menikah, aku mengajaknya untuk umroh ke tanah suci….<br />
Aku sangat bahagia dengannya, dan dianya juga sangat memanjakan aku… sangat terlihat dari rasa cinta dan rasa sayangnya pada ku.<br />
Banyak orang yang bilang kami adalah pasangan yang serasi. Sangat terlihat sekali bagaimana suamiku memanjakanku. Dan aku bahagia menikah dengannya.</p>
<p>***<br />
Lima tahun berlalu sudah kami menjadi suami istri, sangat tak terasa waktu begitu cepat berjalan walaupun kami hanya hidup berdua saja karena sampai saat ini aku belum bisa memberikannya seorang malaikat kecil (bayi) di tengah keharmonisan rumah tangga kami.<br />
Karena dia anak lelaki satu-satunya dalam keluarganya, jadi aku harus berusaha untuk</p>
<p>mendapatkan penerus generasi baginya.Alhamdulillah saat itu suamiku mendukungku…Ia mengaggap Allah belum mempercayai kami untuk menjaga titipan-NYA.<br />
Tapi keluarganya mulai resah. Dari awal kami menikah, ibu &amp; adiknya tidak menyukaiku. Aku sering mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari mereka, namun aku selalu berusaha menutupi hal itu dari suamiku…</p>
<p>Didepan suami ku mereka berlaku sangat baik padaku, tapi dibelakang suami ku, aku dihina-hina oleh mereka…Pernah suatu ketika satu tahun usia pernikahan kami, suamiku mengalami kecelakaan, mobilnya hancur. Alhamdulillah suami ku selamat dari maut yang hampir membuat ku menjadi seorang janda itu.</p>
<p>Ia dirawat dirumah sakit pada saat dia belum sadarkan diri setelah kecelakaan. Aku selalu menemaninya siang &amp; malam sambil kubacakan ayat-ayat suci Al – Qur’an. Aku sibuk bolak-balik dari rumah sakit dan dari tempat aku melakukan aktivitas sosial ku, aku sibuk mengurus suamiku yang sakit karena kecelakaan.Namun saat ketika aku kembali ke rumah sakit setelah dari rumah kami, aku melihat di dalam kamarnya ada ibu, adik-adiknya dan teman-teman suamiku, dan disaat itu juga.. aku melihat ada seorang wanita yang sangat akrab mengobrol dengan ibu mertuaku. Mereka tertawa menghibur suamiku.</p>
<p>Alhamdulillah suamiku ternyata sudah sadar, aku menangis ketika melihat suami ku sudah sadar, tapi aku tak boleh sedih di hadapannya.<br />
Kubuka pintu yang tertutup rapat itu sambil mengatakan, “Assalammu’alaikum” dan mereka menjawab salam ku. Aku berdiam sejenak di depan pintu dan mereka semua melihatku. Suamiku menatapku penuh manja, mungkin ia kangen padaku karena sudah 5 hari mata nya selalu tertutup.</p>
<p>Tangannya melambai, mengisyaratkan aku untuk memegang tangannya erat. Setelah aku menghampirinya, kucium tangannya sambil berkata “Assalammu’alaikum”, ia pun menjawab salam ku dengan suaranya yg lirih namun penuh dengan cinta. Aku pun senyum melihat wajahnya.</p>
<p>Lalu.. Ibu nya berbicara denganku …<br />
“Fis, kenalkan ini Desi teman Fikri”.</p>
<p>Aku teringat cerita dari suamiku bahwa teman baiknya pernah mencintainya, perempuan itu bernama Desi dan dia sangat akrab dengan keluarga suamiku. Hingga akhirnya aku bertemu dengan orangnya juga. Aku pun langsung berjabat tangan dengannya, tak banyak aku bicara di dalam ruangan tersebut,aku tak mengerti apa yg mereka bicarakan.<br />
Aku sibuk membersihkan &amp; mengobati luka-luka di kepala suamiku, baru sebentar aku membersihkan mukanya, tiba-tiba adik ipar ku yang bernama Dian mengajakku keluar, ia minta ditemani ke kantin. Dan suamiku pun mengijinkannya. Kemudian aku pun menemaninya.<br />
Tapi ketika di luar adik ipar ku berkata, ”lebih baik kau pulang saja, ada kami yg menjaga abang disini. Kau istirahat saja. ”</p>
<p>Anehnya, aku tak diperbolehkan berpamitan dengan suamiku dengan alasan abang harus banyak beristirahat dan karena psikologisnya masih labil. Aku berdebat dengannya mempertanyakan mengapa aku tidak diizinkan berpamitan dengan suamiku. Tapi tiba-tiba ibu mertuaku datang menghampiriku dan ia juga mengatakan hal yang sama. Nantinya dia akan memberi alasan pada suamiku mengapa aku pulang tak berpamitan padanya, toh suamiku selalu menurut apa kata ibunya, baik ibunya Salah ataupun Tidak, suamiku tetap saja membenarkannya. Akhirnya aku pun pergi meninggalkan rumah sakit itu dengan linangan air mata.<br />
Sejak saat itu aku tidak pernah diijinkan menjenguk suamiku sampai ia kembali dari rumah sakit. Dan aku hanya bisa menangis dalam kesendirianku. Menangis mengapa mereka sangat membenciku.</p>
<p>***<br />
Hari itu.. aku menangis tanpa sebab, yang ada di benakku aku takut kehilangannya, aku takut cintanya dibagi dengan yang lain.Pagi itu, pada saat aku membersihkan pekarangan rumah kami, suamiku memanggil ku ke taman belakang, ia baru saja selesai sarapan, ia mengajakku duduk di ayunan favorit kami sambil melihat ikan-ikan yang bertaburan di kolam air mancur itu.<br />
Aku bertanya, ”Ada apa kamu memanggilku?”</p>
<p>Ia berkata, ”Besok aku akan menjenguk keluargaku di Sabang”<br />
Aku menjawab, ”Ia sayang.. aku tahu, aku sudah mengemasi barang-barang kamu di travel bag dan kamu sudah memeegang tiket bukan?”<br />
“ Ya tapi aku tak akan lama disana, cuma 3 minggu aku disana, aku juga sudah lama tidak bertemu dengan keluarga besarku sejak kita menikah dan aku akan pulang dengan mama ku”, jawabnya tegas.</p>
<p>“Mengapa baru sekarang bicara, aku pikir hanya seminggu saja kamu disana?“, tanya ku balik kepadanya penuh dengan rasa penasaran dan sedikit rasa kecewa karena ia baru memberitahukan rencana kepulanggannya itu, padahal aku telah bersusah payah mencarikan tiket pesawat untuknya.</p>
<p>”Mama minta aku yang menemaninya saat pulang nanti”, jawabnya tegas.<br />
”Sekarang aku ingin seharian dengan kamu karena nanti kita 3 minggu tidak bertemu, ya kan?”, lanjut nya lagi sambil memelukku dan mencium keningku. Hatiku sedih dengan keputusannya, tapi tak boleh aku tunjukkan pada nya.</p>
<p>Bahagianya aku dimanja dengan suami yang penuh dengan rasa sayang &amp; cintanya walau terkadang ia bersikap kurang adil terhadapku.<br />
Aku hanya bisa tersenyum saja, padahal aku ingin bersama Suamiku, tapi karena keluarganya tidak menyukaiku hanya karena mereka cemburu padaku karena Suamiku sangat sayang padaku.<br />
Kemudian aku memutuskan agar ia saja yg pergi dan kami juga harus berhemat dalam pengeluaran anggaran rumah tangga kami.</p>
<p>Karena ini acara sakral bagi keluarganya, jadi seluruh keluarganya harus komplit. Walaupun begitu, aku pun tetap tak akan diperdulikan oleh keluarganya harus datang ataupun tidak. Tidak hadir justru membuat mereka sangat senang dan aku pun tak mau membuat riuh keluarga ini.<br />
Malam sebelum kepergiannya, aku menangis sambil membereskan keperluan yang akan dibawanya ke Sabang, ia menatapku dan menghapus airmata yang jatuh dipipiku, lalu aku peluk erat dirinya. Hati ini bergumam tak merelakan dia pergi seakan terjadi sesuatu, tapi aku tidak tahu apa yang akan terjadi. Aku hanya bisa menangis karena akan ditinggal pergi olehnya.<br />
Aku tidak pernah ditinggal pergi selama ini, karena kami selalu bersama-sama kemana pun ia pergi.</p>
<p>Apa mungkin aku sedih karena aku sendirian dan tidak memiliki teman, karena biasanya hanya pembantu sajalah teman mengobrolku.Hati ini sedih akan di tinggal pergi olehnya.<br />
Sampai keesokan harinya, aku terus menangis.. menangisi kepergiannya. Aku tak tahu mengapa sesedih ini, perasaanku tak enak, tapi aku tak boleh berburuk sangka. Aku harus percaya apada suamiku. Dia pasti akan selalu menelponku.<br />
***<br />
Berjauhan dengan suamiku, aku merasa sangat tidak nyaman, aku merasa sendiri. Untunglah aku mempunyai kesibukan sebagai seorang aktivis, jadinya aku tak terlalu kesepian ditinggal pergi ke Sabang.</p>
<p>Saat kami berhubungan jarak jauh, komunikasi kami memburuk dan aku pun jatuh sakit. Rahimku terasa sakit sekali seperti di lilit oleh tali. Tak tahan aku menahan rasa sakit dirahimku ini, sampai-sampai aku mengalami pendarahan. Aku dilarikan ke rumah sakit oleh adik laki-lakiku yang kebetulan menemaniku disana. Dokter memvonis aku terkena kanker mulut rahim stadium 3.<br />
Aku menangis.. apa yang bisa aku banggakan lagi..<br />
Mertuaku akan semakin menghinaku, suamiku yang malang yang selalu berharap akan punya keturunan dari rahimku.. namun aku tak bisa memberikannya keturunan. Dan kemudian aku hanya bisa memeluk adikku.</p>
<p>Aku kangen pada suamiku, aku selalu menunggu ia pulang dan bertanya-tanya, “kapankah ia segera pulang?” aku tak tahu..Sementara suamiku disana, aku tidak tahu mengapa ia selalu marah-marah jika menelponku. Bagaimana aku akan menceritakan kondisiku jika ia selalu marah-marah terhadapku..</p>
<p>Lebih baik aku tutupi dulu tentang hal ini dan aku juga tak mau membuatnya khawatir selama ia berada di Sabang.Lebih baik nanti saja ketika ia sudah pulang dari Sabang, aku akan cerita padanya. Setiap hari aku menanti suamiku pulang, hari demi hari aku hitung…<br />
Sudah 3 minggu suamiku di Sabang, malam itu ketika aku sedang melihat foto-foto kami, ponselku berbunyi menandakan ada sms yang masuk.</p>
<p>Kubuka di inbox ponselku, ternyata dari suamiku yang sms.<br />
Ia menulis, “aku sudah beli tiket untuk pulang, aku pulangnya satu hari lagi, aku akan kabarin lagi”.Hanya itu saja yang diinfokannya. Aku ingin marah, tapi aku pendam saja ego yang tidak baik ini. Hari yg aku tunggu pun tiba, aku menantinya di rumah.<br />
Sebagai seorang istri, aku pun berdandan yang cantik dan memakai parfum kesukaannya untuk menyambut suamiku pulang, dan nantinya aku juga akan menyelesaikan masalah komunikasi kami yg buruk akhir-akhir ini.</p>
<p>Bel pun berbunyi, kubukakan pintu untuknya dan ia pun mengucap salam. Sebelum masuk, aku pegang tangannya kedepan teras namun ia tetap berdiri, aku membungkuk untuk melepaskan sepatu, kaos kaki dan kucuci kedua kakinya, aku tak mau ada syaithan yang masuk ke dalam rumah kami.Setelah itu akupun berdiri langsung mencium tangannya tapi apa reaksinya..<br />
Masya Allah.. ia tidak mencium keningku, ia hanya diam dan langsung naik keruangan atas, kemudian mandi dan tidur tanpa bertanya kabarku..</p>
<p>Aku hanya berpikir, mungkin dia capek. Aku pun segera merapikan bawaan nya sampai aku pun tertidur. Malam menunjukkan 1/3 malam, mengingatkan aku pada tempat mengadu yaitu Allah, Sang Maha Pencipta.Biasa nya kami selalu berjama’ah, tapi karena melihat nya tidur sangat pulas, aku tak tega membangunkannya. Aku hanya mengelus wajahnya dan aku cium keningnya, lalu aku sholat tahajud 8 rakaat plus witir 3 raka’at.</p>
<p>***<br />
Aku mendengar suara mobilnya, aku terbangun lalu aku melihat dirinya dari balkon kamar kami yang bersiap-siap untuk pergi. Lalu aku memanggilnya tapi ia tak mendengar. Kemudian aku ambil jilbabku dan aku berlari dari atas ke bawah tanpa memperdulikan darah yg bercecer dari rahimku untuk mengejarnya tapi ia begitu cepat pergi.<br />
Aku merasa ada yang aneh dengan suamiku. Ada apa dengan suamiku? Mengapa ia bersikap tidak biasa terhadapku?</p>
<p>Aku tidak bisa diam begitu saja, firasatku mengatakan ada sesuatu. Saat itu juga aku langsung menelpon kerumah mertuaku dan kebetulan Dian yang mengangkat telponnya, aku bercerita dan aku bertanya apa yang sedang terjadi dengan suamiku. Dengan enteng ia menjawab, “Loe pikir aja sendiri!!!”. Telpon pun langsung terputus.</p>
<p>Ada apa ini? Tanya hatiku penuh dalam kecemasan. Mengapa suamiku berubah setelah ia kembali dari kota kelahirannya. Mengapa ia tak mau berbicara padaku, apalagi memanjakan aku.<br />
Semakin hari ia menjadi orang yang pendiam, seakan ia telah melepas tanggung jawabnya sebagai seorang suami. Kami hanya berbicara seperlunya saja, aku selalu diintrogasinya. Selalu bertanya aku dari mana dan mengapa pulang terlambat dan ia bertanya dengan nada yg keras. Suamiku telah berubah..Bahkan yang membuat ku kaget, aku pernah dituduhnya berzina dengan mantan pacarku. Ingin rasanya aku menampar suamiku yang telah menuduhku serendah itu, tapi aku selalu ingat.. sebagaimana pun salahnya seorang suami, status suami tetap di atas para istri, itu pedoman yang aku pegang.</p>
<p>Aku hanya berdo’a semoga suamiku sadar akan prilakunya.<br />
Dua tahun berlalu, suamiku tak kunjung berubah juga. Aku menangis setiap malam, lelah menanti seperti ini, kami seperti orang asing yang baru saja berkenalan.<br />
Kemesraan yang kami ciptakan dulu telah sirna. Walaupun kondisinya tetap seperti itu, aku tetap merawatnya &amp; menyiakan segala yang ia perlukan. Penyakitkupun masih aku simpan dengan baik dan sekalipun ia tak pernah bertanya perihal obat apa yang aku minum. Kebahagiaan ku telah sirna, harapan menjadi ibu pun telah aku pendam. Aku tak tahu kapan ini semua akan berakhir.<br />
Bersyukurlah.. aku punya penghasilan sendiri dari aktifitasku sebagai seorang guru ngaji, jadi aku tak perlu meminta uang padanya hanya untuk pengobatan kankerku. Aku pun hanya berobat semampuku.Sungguh.. suami yang dulu aku puja dan aku banggakan, sekarang telah menjadi orang asing bagiku, setiap aku bertanya ia selalu menyuruhku untuk berpikir sendiri. Tiba-tiba saja malam itu setelah makan malam usai, suamiku memanggilku.</p>
<p>“Ya, ada apa Yah!” sahutku dengan memanggil nama kesayangannya “Ayah”.<br />
“Lusa kita siap-siap ke Sabang ya.” Jawabnya tegas.<br />
“Ada apa? Mengapa?”, sahutku penuh dengan keheranan.<br />
Astaghfirullah.. suami ku yang dulu lembut tiba-tiba saja menjadi kasar, dia membentakku. Sehingga tak ada lagi kelanjutan diskusi antara kami.</p>
<p>Dia mengatakan ”Kau ikut saja jangan banyak tanya!!”<br />
Lalu aku pun bersegera mengemasi barang-barang yang akan dibawa ke Sabang sambil menangis, sedih karena suamiku kini tak ku kenal lagi.</p>
<p>Lima tahun kami menikah dan sudah 2 tahun pula ia menjadi orang asing buatku. Ku lihat kamar kami yg dulu hangat penuh cinta yang dihiasi foto pernikahan kami, sekarang menjadi dingin.. sangat dingin dari batu es. Aku menangis dengan kebingungan ini. Ingin rasanya aku berontak berteriak, tapi aku tak bisa.Suamiku tak suka dengan wanita yang kasar, ngomong dengan nada tinggi, suka membanting barang-barang. Dia bilang perbuatan itu menunjukkan sikap ketidakhormatan kepadanya. Aku hanya bisa bersabar menantinya bicara dan sabar mengobati penyakitku ini, dalam kesendirianku..</p>
<p>***</p>
<p>Kami telah sampai di Sabang, aku masih merasa lelah karena semalaman aku tidak tidur karena terus berpikir. Keluarga besarnya juga telah berkumpul disana, termasuk ibu &amp; adik-adiknya. Aku tidak tahu ada acara apa ini..Aku dan suamiku pun masuk ke kamar kami. Suamiku tak betah didalam kamar tua itu, ia pun langsung keluar bergabung dengan keluarga besarnya.<br />
Baru saja aku membongkar koper kami dan ingin memasukkannya ke dalam lemari tua yg berada di dekat pintu kamar, lemari tua yang telah ada sebelum suamiku lahir, tiba-tiba Tante Lia, tante yang sangat baik padaku memanggil ku untuk bersegera berkumpul diruang tengah, aku pun menuju ke ruang keluarga yang berada ditengah rumah besar itu, yang tampak seperti rumah zaman peninggalan belanda.</p>
<p>Kemudian aku duduk disamping suamiku, dan suamiku menunduk penuh dengan kebisuan, aku tak berani bertanya padanya.Tiba-tiba saja neneknya, orang yang dianggap paling tua dan paling berhak atas semuanya, membuka pembicaraan.</p>
<p>“Baiklah, karena kalian telah berkumpul, nenek ingin bicara dengan kau Fisha”. Neneknya berbicara sangat tegas, dengan sorot mata yang tajam.<br />
”Ada apa ya Nek?” sahutku dengan penuh tanya..<br />
Nenek pun menjawab, “Kau telah bergabung dengan keluarga kami hampir 8 tahun, sampai saat ini kami tak melihat tanda-tanda kehamilan yang sempurna sebab selama ini kau selalu keguguran!!“.</p>
<p>Aku menangis.. untuk inikah aku diundang kemari? Untuk dihina ataukah dipisahkan dengan suamiku?<br />
“Sebenarnya kami sudah punya calon untuk Fikri, dari dulu.. sebelum kau menikah dengannya. Tapi Fikri anak yang keras kepala, tak mau di atur,dan akhirnya menikahlah ia dengan kau.” Neneknya berbicara sangat lantang, mungkin logat orang Sabang seperti itu semua.<br />
Aku hanya bisa tersenyum dan melihat wajah suamiku yang kosong matanya.</p>
<p>“Dan aku dengar dari ibu mertuamu kau pun sudah berkenalan dengannya”, neneknya masih melanjutkan pembicaraan itu.<br />
Sedangkan suamiku hanya terdiam saja, tapi aku lihat air matanya. Ingin aku peluk suamiku agar ia kuat dengan semua ini, tapi aku tak punya keberanian itu.</p>
<p>Neneknya masih saja berbicara panjang lebar dan yang terakhir dari ucapannya dengan mimik wajah yang sangat menantang kemudian berkata, “kau maunya gimana? kau dimadu atau diceraikan?“</p>
<p>MasyaAllah.. kuatkan hati ini.. aku ingin jatuh pingsan. Hati ini seakan remuk mendengarnya, hancur hatiku. Mengapa keluarganya bersikap seperti ini terhadapku..<br />
Aku selalu munutupi masalah ini dari kedua orang tuaku yang tinggal di pulau<br />
kayu, mereka mengira aku sangat bahagia 2 tahun belakangan ini.<br />
“Fish, jawab!.” Dengan tegas Ibunya langsung memintaku untuk menjawab.<br />
Aku langsung memegang tangan suamiku. Dengan tangan yang dingin dan gemetar aku menjawab dengan tegas.<br />
Walaupun aku tidak bisa berdiskusi dulu dengan imamku, tapi aku dapat berdiskusi dengannya melalui bathiniah.</p>
<p>‘’Untuk kebaikan dan masa depan keluarga ini, aku akan menyambut baik seorang wanita baru dirumah kami..”<br />
Itu yang aku jawab, dengan kata lain aku rela cintaku dibagi. Dan pada saat itu juga suamiku memandangku dengan tetesan air mata, tapi air mataku tak sedikit pun menetes di hadapan mereka.</p>
<p>Aku lalu bertanya kepada suamiku, “Ayah siapakah yang akan menjadi sahabatku dirumah kita nanti, yah?”<br />
Suamiku menjawab, ”Dia Desi!”<br />
Aku pun langsung menarik napas dan langsung berbicara, ”Kapan pernikahannya berlangsung? Apa yang harus saya siapkan dalam pernikahan ini Nek?.”<br />
Ayah mertuaku menjawab, “Pernikahannya 2 minggu lagi.”</p>
<p>”Baiklah kalo begitu saya akan menelpon pembantu di rumah, untuk menyuruhnya mengurus KK kami ke kelurahan besok”, setelah berbicara seperti itu aku permisi untuk pamit ke kamar.<br />
Tak tahan lagi.. air mata ini akan turun, aku berjalan sangat cepat, aku buka pintu kamar dan aku langsung duduk di tempat tidur. Ingin berteriak, tapi aku sendiri disini. Tak kuat rasanya menerima hal ini, cintaku telah dibagi. Sakit. Diiringi akutnya penyakitku..<br />
Apakah karena ini suamiku menjadi orang yang asing selama 2 tahun belakangan ini?<br />
Aku berjalan menuju ke meja rias, kubuka jilbabku, aku bercermin sambil bertanya-tanya, “sudah tidak cantikkah aku ini?“</p>
<p>Ku ambil sisirku, aku menyisiri rambutku yang setiap hari rontok. Kulihat wajahku, ternyata aku memang sudah tidak cantik lagi, rambutku sudah hampir habis.. kepalaku sudah botak dibagian tengahnya.</p>
<p>Tiba-tiba pintu kamar ini terbuka, ternyata suamiku yang datang, ia berdiri dibelakangku. Tak kuhapus air mata ini, aku bersegera memandangnya dari cermin meja rias itu.<br />
Kami diam sejenak, lalu aku mulai pembicaraan, “terima kasih ayah, kamu memberi sahabat kepada ku. Jadi aku tak perlu sedih lagi saat ditinggal pergi kamu nanti! Iya kan?.”</p>
<p>Suamiku mengangguk sambil melihat kepalaku tapi tak sedikitpun ia tersenyum dan bertanya kenapa rambutku rontok, dia hanya mengatakan jangan salah memakai shampo.<br />
Dalam hatiku bertanya, “mengapa ia sangat cuek?” dan ia sudah tak memanjakanku lagi. Lalu dia berkata, “sudah malam, kita istirahat yuk!“<br />
“Aku sholat isya dulu baru aku tidur”, jawabku tenang.</p>
<p>Dalam sholat dan dalam tidur aku menangis. Ku hitung mundur waktu, kapan aku akan berbagi suami dengannya. Aku pun ikut sibuk mengurusi pernikahan suamiku.<br />
Aku tak tahu kalau Desi orang Sabang juga. Sudahlah, ini mungkin takdirku. Aku ingin suamiku kembali seperti dulu, yang sangat memanjakan aku atas rasa sayang dan cintanya itu..Malam sebelum hari pernikahan suamiku, aku menulis curahan hatiku di laptopku.<br />
Di laptop aku menulis saat-saat terakhirku melihat suamiku, aku marah pada suamiku yang telah menelantarkanku. Aku menangis melihat suamiku yang sedang tidur pulas, apa salahku? sampai ia berlaku sekejam itu kepadaku. Aku</p>
<p>save di mydocument yang bertitle “Aku Mencintaimu Suamiku.”</p>
<p>Hari pernikahan telah tiba, aku telah siap, tapi aku tak sanggup untuk keluar. Aku berdiri didekat jendela, aku melihat matahari, karena mungkin saja aku takkan bisa melihat sinarnya lagi. Aku berdiri sangat lama.. lalu suamiku yang telah siap dengan pakaian pengantinnya masuk dan berbicara padaku.<br />
“Apakah kamu sudah siap?”</p>
<p>Kuhapus airmata yang menetes diwajahku sambil berkata :<br />
“Nanti jika ia telah sah jadi istrimu, ketika kamu membawa ia masuk kedalam rumah ini, cucilah kakinya sebagaimana kamu mencuci kakiku dulu, lalu ketika kalian masuk ke dalam kamar pengantin bacakan do’a di ubun-ubunnya sebagaimana yang kamu lakukan padaku dulu. Lalu setelah itu..”, perkataanku terhenti karena tak sanggup aku meneruskan pembicaraan itu, aku ingin menagis meledak.</p>
<p>Tiba-tiba suamiku menjawab “Lalu apa Bunda?”<br />
Aku kaget mendengar kata itu, yang tadinya aku menunduk seketika aku langsung menatapnya dengan mata yang berbinar-binar…<br />
“Bisa kamu ulangi apa yang kamu ucapkan barusan?”, pintaku tuk menyakini bahwa kuping ini tidak salah mendengar.</p>
<p>Dia mengangguk dan berkata, ”Baik bunda akan ayah ulangi, lalu apa bunda?”, sambil ia mengelus wajah dan menghapus airmataku, dia agak sedikit membungkuk karena dia sangat tinggi, aku hanya sedadanya saja.</p>
<p>Dia tersenyum sambil berkata, ”Kita lihat saja nanti ya!”. Dia memelukku dan berkata, “bunda adalah wanita yang paling kuat yang ayah temui selain mama”..<br />
Kemudian ia mencium keningku, aku langsung memeluknya erat dan berkata, “Ayah, apakah ini akan segera berakhir? Ayah kemana saja? Mengapa Ayah berubah? Aku kangen sama Ayah? Aku kangen belaian kasih sayang Ayah? Aku kangen dengan manjanya Ayah? Aku kesepian Ayah? Dan satu hal lagi yang harus Ayah tau, bahwa aku tidak pernah berzinah! Dulu.. waktu awal kita pacaran, aku memang belum bisa melupakannya, setelah 4 bulan bersama Ayah baru bisa aku terima, jika yang dihadapanku itu adalah lelaki yang aku cari. Bukan berarti aku pernah berzina Ayah.” Aku langsung bersujud di kakinya dan muncium kaki imamku sambil berkata, ”Aku minta maaf Ayah, telah membuatmu susah”.</p>
<p>Saat itu juga, diangkatnya badanku.. ia hanya menangis.<br />
Ia memelukku sangat lama, 2 tahun aku menanti dirinya kembali. Tiba-tiba perutku sakit, ia menyadari bahwa ada yang tidak beres denganku dan ia bertanya, ”bunda baik-baik saja kan?” tanyanya dengan penuh khawatir.</p>
<p>Aku pun menjawab, “bisa memeluk dan melihat kamu kembali seperti dulu itu sudah mebuatku baik, Yah. Aku hanya tak bisa bicara sekarang“. Karena dia akan menikah. Aku tak mau membuat dia khawatir. Dia harus khusyu menjalani acara prosesi akad nikah tersebut.Setelah tiba dimasjid, ijab-qabul pun dimulai. Aku duduk diseberang suamiku.<br />
Aku melihat suamiku duduk berdampingan dengan perempuan itu, membuat hati ini cemburu, ingin berteriak mengatakan, “Ayah jangan!!”, tapi aku ingat akan kondisiku.<br />
Jantung ini berdebar kencang saat mendengar ijab-qabul tersebut. Begitu ijab-qabul selesai, aku menarik napas panjang. Tante Lia, tante yang baik itu, memelukku.. Dalam hati aku berusaha untuk menguatkan hati ini. Ya… aku kuat.</p>
<p>Tak sanggup aku melihat mereka duduk bersanding dipelaminan. Orang-orang yang hadir di acara resepsi itu iba melihatku, mereka melihatku dengan tatapan sangat aneh, mungkin melihat wajahku yang selalu tersenyum, tapi dibalik itu.. hatiku menangis.<br />
Sampai dirumah, suamiku langsung masuk ke dalam rumah begitu saja. Tak mencuci kakinya. Aku sangat heran dengan perilakunya. Apa iya, dia tidak suka dengan pernikahan ini?<br />
Sementara itu Desi disambut hangat di dalam keluarga suamiku, tak seperti aku dahulu, yang di musuhi.</p>
<p>Malam ini aku tak bisa tidur, bagaimana bisa? Suamiku akan tidur dengan perempuan yang sangat aku cemburui. Aku tak tahu apa yang sedang mereka lakukan didalam sana.<br />
Sepertiga malam pada saat aku ingin sholat lail aku keluar untuk berwudhu, lalu aku melihat ada lelaki yang mirip suamiku tidur disofa ruang tengah. Kudekati lalu kulihat. Masya Allah.. suamiku tak tidur dengan wanita itu, ia ternyata tidur disofa, aku duduk disofa itu sambil menghelus wajahnya yang lelah, tiba-tiba ia memegang tangan kiriku, tentu saja aku kaget.<br />
“Kamu datang ke sini, aku pun tahu”, ia berkata seperti itu. Aku tersenyum dan megajaknya sholat lail. Setelah sholat lail ia berkata, “maafkan aku, aku tak boleh menyakitimu, kamu menderita karena ego nya aku. Besok kita pulang ke Jakarta, biar Desi pulang dengan mama, papa dan juga adik-adikku”</p>
<p>Aku menatapnya dengan penuh keheranan. Tapi ia langsung mengajakku untuk istirahat. Saat tidur ia memelukku sangat erat. Aku tersenyum saja, sudah lama ini tidak terjadi. Ya Allah.. apakah Engkau akan menyuruh malaikat maut untuk mengambil nyawaku sekarang ini, karena aku telah merasakan kehadirannya saat ini. Tapi.. masih bisakah engkau ijinkan aku untuk merasakan kehangatan dari suamiku yang telah hilang selama 2 tahun ini..</p>
<p>Suamiku berbisik, “Bunda kok kurus?”<br />
Aku menangis dalam kebisuan. Pelukannya masih bisa aku rasakan.<br />
Aku pun berkata, “Ayah kenapa tidak tidur dengan Desi?”</p>
<p>”Aku kangen sama kamu Bunda, aku tak mau menyakitimu lagi. Kamu sudah sering terluka oleh sikapku yang egois.” Dengan lembut suamiku menjawab seperti itu.<br />
Lalu suamiku berkata, ”Bun, Ayah minta maaf telah menelantarkan bunda.. Selama ayah di Sabang, ayah dengar kalau bunda tidak tulus mencintai ayah, bunda seperti mengejar sesuatu,</p>
<p>seperti mengejar harta ayah dan satu lagi.. ayah pernah melihat sms bunda dengan mantan pacar bunda dimana isinya kalau bunda gak mau berbuat “seperti itu” dan tulisan seperti itu diberi tanda kutip (“seperti itu”). Ayah ingin ngomong tapi takut bunda tersinggung dan ayah berpikir kalau bunda pernah tidur dengannya sebelum bunda bertemu ayah, terus ayah dimarahi oleh keluarga ayah karena ayah terlalu memanjakan bunda..”<br />
Hati ini sakit ketika difitnah oleh suamiku, ketika tidak ada kepercayaan di dirinya, hanya karena omongan keluarganya yang tidak pernah melihat betapa tulusnya aku mencintai pasangan seumur hidupku ini.</p>
<p>Aku hanya menjawab, “Aku sudah ceritakan itu kan Yah.. Aku tidak pernah berzinah dan aku mencintaimu setulus hatiku, jika aku hanya mengejar hartamu, mengapa aku memilih kamu? Padahal banyak lelaki yang lebih mapan darimu waktu itu Yah.. Jika aku hanya mengejar hartamu, aku tak mungkin setiap hari menangis karena menderita mencintaimu..“<br />
Entah aku harus bahagia atau aku harus sedih karena sahabatku sendirian dikamar pengantin itu. Malam itu, aku menyelesaikan masalahku dengan suamiku dan berusaha memaafkannya beserta sikap keluarganya juga.</p>
<p>Karena aku tak mau mati dalam hati yang penuh dengan rasa benci.<br />
Keesokan harinya…<br />
Ketika aku ingin terbangun untuk mengambil wudhu, kepalaku pusing, rahimku sakit sekali.. aku mengalami pendarahan dan suamiku kaget bukan main, ia langsung menggendongku.<br />
Aku pun dilarikan ke rumah sakit..<br />
Dari kejauhan aku mendengar suara zikir suamiku..<br />
Aku merasakan tanganku basah..<br />
Ketika kubuka mata ini, kulihat wajah suamiku penuh dengan rasa kekhawatiran.</p>
<p>Ia menggenggam tanganku dengan erat.. Dan mengatakan, ”Bunda, Ayah minta maaf…”</p>
<p>Berkali-kali ia mengucapkan hal itu. Dalam hatiku, apa ia tahu apa yang terjadi padaku?</p>
<p>Aku berkata dengan suara yang lirih, ”Yah, bunda ingin pulang.. bunda ingin bertemu kedua orang tua bunda, anterin bunda kesana ya, Yah..”<br />
“Ayah jangan berubah lagi ya! Janji ya, Yah… !!! Bunda sayang banget sama Ayah.”<br />
Tiba-tiba saja kakiku sakit sangat sakit, sakitnya semakin keatas, kakiku sudah tak bisa bergerak lagi.. aku tak kuat lagi memegang tangan suamiku. Kulihat wajahnya yang tampan, berlinang air mata.</p>
<p>Sebelum mata ini tertutup, kulafazkan kalimat syahadat dan ditutup dengan kalimat tahlil.<br />
Aku bahagia melihat suamiku punya pengganti diriku..<br />
Aku bahagia selalu melayaninya dalam suka dan duka..</p>
<p>Menemaninya dalam ketika ia mengalami kesulitan dari kami pacaran sampai kami menikah.<br />
Aku bahagia bersuamikan dia. Dia adalah nafasku.<br />
Untuk Ibu mertuaku : “Maafkan aku telah hadir didalam kehidupan anakmu sampai aku hidup didalam hati anakmu. Ketahuilah Ma.. dari dulu aku selalu berdo’a agar Mama merestui hubungan kami.</p>
<p>Mengapa engkau fitnah diriku didepan suamiku, apa engkau punya buktinya Ma?</p>
<p>Mengapa engkau sangat cemburu padaku Ma?</p>
<p>Fikri tetap milikmu Ma, aku tak pernah menyuruhnya untuk durhaka kepadamu, dari dulu aku selalu mengerti apa yang kamu inginkan dari anakmu, tapi mengapa kau benci diriku.. Dengan Desi kau sangat baik tetapi denganku menantumu kau bersikap sebaliknya..”</p>
<p>Setelah ku buka laptop, kubaca curhatan istriku.</p>
<p>==========================<br />
===========================</p>
<p>Ayah, mengapa keluargamu sangat membenciku?<br />
Aku dihina oleh mereka ayah..<br />
Mengapa mereka bisa baik terhadapku pada saat ada dirimu?<br />
Pernah suatu ketika aku bertemu Dian di jalan, aku menegurnya karena dia adik iparku tapi aku disambut dengan wajah ketidaksukaannya. Sangat terlihat Ayah..<br />
Tapi ketika engkau bersamaku, Dian sangat baik, sangat manis dan ia memanggilku dengan panggilan yang sangat menghormatiku. Mengapa seperti itu ayah ?<br />
Aku tak bisa berbicara tentang ini padamu, karena aku tahu kamu pasti membela adikmu, tak ada gunanya Yah..</p>
<p>Aku diusir dari rumah sakit.<br />
Aku tak boleh merawat suamiku.<br />
Aku cemburu pada Desi yang sangat akrab dengan mertuaku.<br />
Tiap hari ia datang ke rumah sakit bersama mertuaku.<br />
Aku sangat marah..</p>
<p>Jika aku membicarakan hal ini pada suamiku, ia akan pasti membela Desi dan ibunya..<br />
Aku tak mau sakit hati lagi..<br />
Ya Allah kuatkan aku, maafkan aku..<br />
Engkau Maha Adil..<br />
Berilah keadilan ini padaku, Ya Allah..<br />
Ayah sudah berubah, ayah sudah tak sayang lagi pada ku..<br />
Aku berusaha untuk mandiri ayah, aku tak akan bermanja-manja lagi padamu..<br />
Aku kuat ayah dalam kesakitan ini..<br />
Lihatlah ayah, aku kuat walaupun penyakit kanker ini terus menyerangku..<br />
Aku bisa melakukan ini semua sendiri ayah..</p>
<p>Besok suamiku akan menikah dengan perempuan itu. Perempuan yang aku benci, yang aku cemburui, tapi aku tak boleh egois, ini untuk kebahagian keluarga suamiku. Aku harus sadar diri.<br />
Ayah, sebenarnya aku tak mau diduakan olehmu..<br />
Mengapa harus Desi yang menjadi sahabatku?<br />
Ayah.. aku masih tak rela..<br />
Tapi aku harus ikhlas menerimanya.</p>
<p>Pagi nanti suamiku melangsungkan pernikahan keduanya. Semoga saja aku masih punya waktu untuk melihatnya tersenyum untukku. Aku ingin sekali merasakan kasih sayangnya yang terakhir. Sebelum ajal ini menjemputku.<br />
&#8221;Ayah.. aku kangen Ayah..&#8221;<br />
================================================== ===<br />
’’Dan kini aku telah membawamu ke orang tuamu, Bunda..<br />
Aku akan mengunjungimu sebulan sekali bersama Desi di Pulau Kayu ini.<br />
Aku akan selalu membawakanmu bunga mawar yang berwana pink yang mencerminkan keceriaan hatimu yang sakit tertusuk duri.’’</p>
<p>Bunda tetap cantik, selalu tersenyum disaat tidur..<br />
Bunda akan selalu hidup dihati ayah..<br />
Bunda.. Desi tak sepertimu, yang tidak pernah marah..<br />
Desi sangat berbeda denganmu, ia tak pernah membersihkan telingaku, rambutku tak pernah di creambathnya, kakiku pun tak pernah dicucinya.<br />
Ayah menyesal telah menelantarkanmu selama 2 tahun, kamu sakit pun aku tak perduli, hidup dalam kesendirianmu..</p>
<p>Seandainya Ayah tak menelantarkan Bunda, mungkin Ayah masih bisa tidur dengan belaian tangan Bunda yang halus..</p>
<p>Sekarang Ayah sadar, bahwa ayah sangat membutuhkan bunda..<br />
Bunda.. kamu wanita yang paling tegar yang pernah kutemui..<br />
Aku menyesal telah asik dalam ke-egoanku..<br />
Bunda.. maafkan aku.. Bunda tidur tetap manis. Senyum manjamu terlihat di tidurmu yang panjang..</p>
<p>’’Maafkan aku, tak bisa bersikap adil dan membahagiakanmu, aku selalu meng-iyakan apa kata ibuku, karena aku takut menjadi anak durhaka.</p>
<p>Maafkan aku ketika kau di fitnah oleh keluargaku, aku percaya begitu saja..<br />
Apakah Bunda akan mendapat pengganti ayah di surga sana?<br />
Apakah Bunda tetap menanti ayah disana? Tetap setia dialam sana?<br />
Tunggulah Ayah disana Bunda..</p>
<p>Bisakan? Seperti Bunda menunggu ayah di sini.. Aku mohon..<br />
’’Ayah Sayang Bunda….&#8221;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/midoza.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/midoza.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/midoza.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/midoza.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/midoza.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/midoza.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/midoza.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/midoza.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/midoza.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/midoza.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/midoza.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/midoza.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/midoza.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/midoza.wordpress.com/224/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=midoza.wordpress.com&amp;blog=6779972&amp;post=224&amp;subd=midoza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://midoza.wordpress.com/2011/02/18/bacalah-kisah-ini-dan-jika-ingin-menangis-menangislah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6ab7981f181c82c164562e84a6116448?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">midoza</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jadwal ATLS tahun 2011</title>
		<link>http://midoza.wordpress.com/2011/02/18/jadwal-atls-tahun-2011/</link>
		<comments>http://midoza.wordpress.com/2011/02/18/jadwal-atls-tahun-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Feb 2011 14:22:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dr.M</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Sejawat]]></category>
		<category><![CDATA[ATLS]]></category>
		<category><![CDATA[ATLS 2011]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal ATLS 2011]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan ATLS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://midoza.wordpress.com/?p=222</guid>
		<description><![CDATA[Jadwal ATLS Thn 2011 dan Daftar Sekretariat Regional ATLS Indonesia Jadwal ATLS Indonesia 2011 Januari 2011 : * 7-9 Januari : RS Dr. Soetomo (Surabaya), RS Dr.Sardjito (Yogyakarta) * 14-16 Januari : Pusdiklat ATLS (Jakarta) * 22-23 Januari : RS Dr.Moh.Hoesin (Palembang), RS Sanglah (Denpasar) * 28-30 Januari : RS Hasan Sadikin (Bandung), RS Dr.Wahidin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=midoza.wordpress.com&amp;blog=6779972&amp;post=222&amp;subd=midoza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jadwal ATLS Thn 2011 dan Daftar Sekretariat Regional ATLS Indonesia</p>
<p>Jadwal ATLS Indonesia 2011</p>
<p>Januari 2011 :<br />
* 7-9 Januari : RS Dr. Soetomo (Surabaya), RS Dr.Sardjito (Yogyakarta)</p>
<p>* 14-16 Januari : Pusdiklat ATLS (Jakarta)</p>
<p>* 22-23 Januari : RS Dr.Moh.Hoesin (Palembang), RS Sanglah (Denpasar)</p>
<p>* 28-30 Januari : RS Hasan Sadikin (Bandung), RS Dr.Wahidin (Makasar)</p>
<p>Februari 2011 :<br />
* 4-6 Februari : RS Dr. Kariadi (Semarang), RS Putri Hijau</p>
<p>* 11-13 Februari : Pusdiklat ATLS (Jakarta)</p>
<p>* 18-20 Februari :RS Dr.Djatiwibowo (Banjarmasin)</p>
<p>* 25-27 Februari : RS Dr. Moewardi (Semarang), RS A Mochtar (Bukitinggi)</p>
<p>Maret 2011<br />
* 4-6 Maret : RS Moh. Hoesin (Palembang), Manado</p>
<p>* 11-13 Maret :  Pusdiklat ATLS (Jakarta)</p>
<p>* 18-20 Maret : RS Dr.Soetomo (Surabaya), RSUD Arifin Achmad (Pekanbaru)</p>
<p>* 25-27 Maret : RS Dr.Sardjito (Yogyakarta), Papua</p>
<p>April 2011<br />
* 1-3 April : RS Rd.Mattahar (Jambi), RS Dr.Saiful Anwar (Malang)</p>
<p>* 8-10 April : Pusdiklat ATLS (Jakarta)</p>
<p>* 15-17 April : RS A. Wahab Sjahranie (Samarinda), RS Depati Hamsah (Bangka)</p>
<p>* 29 April-1 Mei : RS Sanglah (Denpasar), RS Dr. Kariadi (Semarang)</p>
<p>Mei 2011<br />
* 6-8 Mei : RS Hassan Sadikin (Bandung)</p>
<p>* 13-15 Mei : Pusdiklat ATLS</p>
<p>* 20-22 Mei : RS Dr.Sardjipto (Yogyakarta), RS H Adam Malik (Medan)</p>
<p>* 27-29 Mei : RS Dr. Abdul Moeloek (B.Lampung), RS Dr. Soetomo (Surabaya)</p>
<p>Juni 2011<br />
* 3-5 Juni : RS Dr Moh.Hoesin (Palembang), RS Dr. Moewardi (Solo)</p>
<p>* 10-12 Juni : Pusdiklat ATLS, RS Dr. Wahidin (Makasar)</p>
<p>* 17-19 Juni :RS A.Mochtar (Bukitinggi), RS Ulin (Banjarmasin)</p>
<p>Juli 2011<br />
* 15-17 Juli : Pusdiklat ATLS (Jakarta)</p>
<p>* 22-24 Juli : RS Dr. Soetomo (Surabaya), RSUD Arifin Achmad (Pekanbaru)</p>
<p>September 2011<br />
* 16-19 September : RS Hasan Sadikin (Bandung)</p>
<p>* 22-24 September :  Pusdiklat ATLS (Jakarta)</p>
<p>* 30-2 Oktober : RS Dr.Soedarso (Pontianak), RS Dr.Moewardi (Solo)</p>
<p>Oktober 2011<br />
* 7-9 Oktober : RS Dr. Soetomo (Surabaya), RS Budi Kemuliaan (Batam)</p>
<p>* 21-23 Oktober : Pusdiklat ATLS (Jakarta)</p>
<p>* 28-30 Oktober : RS Dr. Saiful Anwar(Malang),RS Dr. Zainoel Abidin (Banda Aceh)</p>
<p>November 2011<br />
* 11-13 November : RS Ulin (Banjarmasin), RS Dr Sardjito (Yogyakarta)</p>
<p>* 18-20 November : Pusdiklat ATLS (Jakarta),Manado</p>
<p>* 25-27 November :  RS Sanglah (Denpasar), RSUD Arifin Achmad (Pekanbaru)</p>
<p>Desember 2011<br />
* 2-4 Desember :  RS Hasan Sadikin (Bandung),RS Dr.Wahidin (Makasar)</p>
<p>* 9-11 Desember :  Pusdiklat ATLS (Jakarta)</p>
<p>* 16-18 Desember : RS Dr.Kariadi (Semarang), RS Dr.Soetomo (Surabaya)</p>
<p>Keterangan : Jadwal disini katanya masih bisa berubah. Menurut sekre ATLS pusat, di seluruh P.Jawa sudah full booked sampai 2012. Kalau mau coba paling waiting list. Kalau di Jakarta sendiri sudah full booked sampai bulan november..untuk di Pulau lain coba dicek ke sekre tiap kota. Khusus di Jakarta dibuka 2 kelas tiap pelatihannya.</p>
<p>Syarat Peserta :</p>
<p>1. Lulus dokter (melampirkan 1 lembar fotokopi ijazah)</p>
<p>2. Foto ukuran 3&#215;4 1 lembar (Bw atau warna)</p>
<p>3. Membayar biaya kursus Rp.4.500.000 (minimal uang muka Rp.2.000.000)</p>
<p>4. Pengisian form pendaftaran peserta</p>
<p>(Paling lambat 2 minggu sebelum acara)</p>
<p>Khusus di Jakarta<br />
Pembayaran dapat dibayarkan ke rekening :<br />
a.n Dr.Heri Aminuddin QQ ATLS No.Rek 0667 021 968, Bank Syariah Mandiri Cab.Jatinegara<br />
a.n Komisi Trauma No.Rek 122-0095000108, Bank Mandiri Capem RSCM<br />
Bukti transfer di fax ke no. 021 85918123</p>
<p>DAFTAR SEKRETARIAT REGIONAL ATLS INDONESIA :</p>
<p>Jakarta :</p>
<p>PUSDIKLAT ATLS INDONESIA</p>
<p>Ged. Mitra Matraman, Jl. Matraman Raya 148 Blok A1-18 Jakarta Timur</p>
<p>No Telp : 021-85918122 / fax : 021-85918123.</p>
<p>CP : Ibu Tetty / Citra. No Hp Ibu Tetty : 08129283814 / No HP Ibu Citra : 08128173312.</p>
<p>RSPAD Gatot Soebroto Jakarta (KHUSUS)</p>
<p>No Telp / Fax : 021-3524264</p>
<p>CP : Tuti</p>
<p>Jawa Timur :</p>
<p>RS DR Soetomo Surabaya</p>
<p>No Telp/ Fax : 031-5024972. HP : 0816526558</p>
<p>CP : Mamiek</p>
<p>RSAL  DR Ramelan Surabaya (Khusus)</p>
<p>No Telp / Fax : 031-8420033/8496503.</p>
<p>HP : 0818335657 (Dr. Hertanto)</p>
<p>RS DR Saiful Anwar Malang</p>
<p>No Telp / Fax : 0341-326068. HP : 08123503029</p>
<p>CP : Wisnandari</p>
<p>Jawa Tengah &#8211; Jogja:</p>
<p>RS DR Sardjito Yogyakarta</p>
<p>No Telp/Fax : 0274-581333. HP : 08122720056</p>
<p>CP : Mimin</p>
<p>RS DR Moewardi Solo</p>
<p>No Telp/Fax : 0271-664053. HP : 08156718844</p>
<p>CP : Hartini</p>
<p>RS DR. Kariadi Semarang</p>
<p>No telp / fax: 024-8413305.</p>
<p>CP : Dwi</p>
<p>Jawa Barat :</p>
<p>RS. DR Hasan Sadikin Bandung</p>
<p>No Telp/Fax : 022-2034574. HP : 08122071921</p>
<p>CP : Aah / Diana</p>
<p>Bali:</p>
<p>RS Sanglah Denpasar</p>
<p>No Telp : 0361-257398. Fax : 0361-244322.</p>
<p>HP : 081338750054. CP : Tjahyo</p>
<p>Sumatera</p>
<p>RSU H. Adam Malik Medan (061)-8361418, CP: Didi (0813 763 19853)</p>
<p>RS. Dr. Moch Husein Palembang (0711)-703874, CP: Eta (0813 6717 6567)</p>
<p>RS. RD. Mattaher Jambi (0741)-667698</p>
<p>RS. Dr. M. Djamil Padang (0751)-30706</p>
<p>RSUD Arifin Achmad Pekanbaru (0761-854732) / (0761)-20253</p>
<p>RSUD Achmad Muchtar Bukittinggi (0752)-21322</p>
<p>NAD:</p>
<p>RSU Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh (0651)-23904, CP: Mirna (0852 770 33877)</p>
<p>Kalimantan:</p>
<p>RSU Dr. Kanujoso D. Balikpapan (0542)-873901, ext 1013, CP: Hasma (0816 200 238)</p>
<p>RS. Ulin Banjarmasin (0511)-3264965, CP: Ulfa (0813 497 14912)</p>
<p>RS. Dr. Soedarso Pontianak (0561)-737701</p>
<p>Sulawesi:</p>
<p>RS. Dr. Wahidin S. Makassar (0411)-580110, CP: Fifi (0812 424 3654)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/midoza.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/midoza.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/midoza.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/midoza.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/midoza.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/midoza.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/midoza.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/midoza.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/midoza.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/midoza.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/midoza.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/midoza.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/midoza.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/midoza.wordpress.com/222/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=midoza.wordpress.com&amp;blog=6779972&amp;post=222&amp;subd=midoza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://midoza.wordpress.com/2011/02/18/jadwal-atls-tahun-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6ab7981f181c82c164562e84a6116448?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">midoza</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Seri baru Blog Saya..</title>
		<link>http://midoza.wordpress.com/2011/01/19/seri-baru-blog-saya/</link>
		<comments>http://midoza.wordpress.com/2011/01/19/seri-baru-blog-saya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Jan 2011 16:19:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dr.M</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[dari kamar praktek.]]></category>
		<category><![CDATA[dr.M]]></category>
		<category><![CDATA[Seri baru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://midoza.wordpress.com/?p=216</guid>
		<description><![CDATA[Assalaamu&#8217;alaikum wr wb Mengapresiasi keinginan dalam diri saya untuk sekedar share pengalaman klinik saya yang masih seumur jagung, sebentar lagi saya akan meluncurkan seri &#8220;Dari Kamar Praktek&#8221;. Smoga dengan seri itu, pengunjung blog saya akan mendapat pengetahuan lebih, ato paling nggak akan membantu untuk berpikiran lebih &#8220;terbuka&#8221; lagi. Tunggu launchingnya yak!! Wassalam dr.M<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=midoza.wordpress.com&amp;blog=6779972&amp;post=216&amp;subd=midoza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalaamu&#8217;alaikum wr wb<br />
Mengapresiasi keinginan dalam diri saya untuk sekedar share pengalaman klinik saya yang masih seumur jagung, sebentar lagi saya akan meluncurkan seri &#8220;Dari Kamar Praktek&#8221;. Smoga dengan seri itu, pengunjung blog saya akan mendapat pengetahuan lebih, ato paling nggak akan membantu untuk berpikiran lebih &#8220;terbuka&#8221; lagi.<br />
Tunggu launchingnya yak!!</p>
<p>Wassalam</p>
<p>dr.M</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/midoza.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/midoza.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/midoza.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/midoza.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/midoza.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/midoza.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/midoza.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/midoza.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/midoza.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/midoza.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/midoza.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/midoza.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/midoza.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/midoza.wordpress.com/216/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=midoza.wordpress.com&amp;blog=6779972&amp;post=216&amp;subd=midoza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://midoza.wordpress.com/2011/01/19/seri-baru-blog-saya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6ab7981f181c82c164562e84a6116448?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">midoza</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hati hati terhadap aktivasi otak tengah</title>
		<link>http://midoza.wordpress.com/2011/01/06/hati-hati-terhadap-aktivasi-otak-tengah/</link>
		<comments>http://midoza.wordpress.com/2011/01/06/hati-hati-terhadap-aktivasi-otak-tengah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Jan 2011 15:48:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dr.M</dc:creator>
				<category><![CDATA[corat coret]]></category>
		<category><![CDATA[Info Sejawat]]></category>
		<category><![CDATA[aktivasi otak tengah]]></category>
		<category><![CDATA[bahaya aktivasi otak tengah]]></category>
		<category><![CDATA[kontroversi otak tengah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://midoza.wordpress.com/?p=213</guid>
		<description><![CDATA[Assalaamu&#8217;alaikum wr wb Beberapa bulan belakangan ini sepertinya masyarakat kita, khususnya orang tua tengah dilanda demam &#8220;anak jenius secara instan&#8221;. Pun tejadi ditempat saya tinggal, disebuah kota kecil di daerah pantura. Saya sebagai seorang yang berkecimpung di dunia medis merasa agak aneh saja melihat adanya seorang anak yang dapat membaca dengan mata tertutup, terlebih lagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=midoza.wordpress.com&amp;blog=6779972&amp;post=213&amp;subd=midoza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalaamu&#8217;alaikum wr wb</p>
<p>Beberapa bulan belakangan ini sepertinya masyarakat kita, khususnya orang tua tengah dilanda demam &#8220;anak jenius secara instan&#8221;. Pun tejadi ditempat saya tinggal, disebuah kota kecil di daerah pantura.</p>
<p>Saya sebagai seorang yang berkecimpung di dunia medis merasa agak aneh saja melihat adanya seorang anak yang dapat membaca dengan mata tertutup, terlebih lagi dfapat membuat anak cerdas hanya dalam hitungan hari, bahkan jam!!</p>
<p>Rasanya tidak masuk akal.</p>
<p>Knapa saya bilang begitu???</p>
<p>Secara logika, seorang manusia dapat melihat jika ada rangsangan yang diterima oleh reseptor pada retina mata kita yang ditunjang penuh oleh adanya cahaya. Melalui reseptor tersebut rangsangan itu akan dibawa keotak untuk diproses sehingga kita dapat &#8220;MELIHAT&#8221;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/midoza.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/midoza.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/midoza.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/midoza.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/midoza.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/midoza.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/midoza.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/midoza.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/midoza.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/midoza.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/midoza.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/midoza.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/midoza.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/midoza.wordpress.com/213/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=midoza.wordpress.com&amp;blog=6779972&amp;post=213&amp;subd=midoza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://midoza.wordpress.com/2011/01/06/hati-hati-terhadap-aktivasi-otak-tengah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6ab7981f181c82c164562e84a6116448?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">midoza</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SMS &#8216;gelap&#8217; indosat 7701 (cara menonaktifkannya)</title>
		<link>http://midoza.wordpress.com/2011/01/06/sms-gelap-indosat-7701-cara-menonaktifkannya/</link>
		<comments>http://midoza.wordpress.com/2011/01/06/sms-gelap-indosat-7701-cara-menonaktifkannya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Jan 2011 15:26:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dr.M</dc:creator>
				<category><![CDATA[corat coret]]></category>
		<category><![CDATA[Info Sejawat]]></category>
		<category><![CDATA[iseng]]></category>
		<category><![CDATA[7701]]></category>
		<category><![CDATA[cara non aktifkan 7701]]></category>
		<category><![CDATA[im3]]></category>
		<category><![CDATA[indosat]]></category>
		<category><![CDATA[indosat 7701]]></category>
		<category><![CDATA[mentari]]></category>
		<category><![CDATA[sms 7701]]></category>
		<category><![CDATA[sms gelap]]></category>
		<category><![CDATA[unreg 7701]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://midoza.wordpress.com/?p=211</guid>
		<description><![CDATA[Sudah sebulan ini saya sering mendapatkan sms &#8220;gelap&#8221; dari nomer 7701. Setiap hari sms yang berisi terjemahan Al Qur&#8217;an ini mampir ke inbox saya. Tapi terkadang isinya malah kosong cuma berisi nama suratnya saja, tanpa ada isi dari surat tersebut. Awalnya saya diamkan saja karena saya pikir itu hanya layanan cuma cuma dari provider. Tapi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=midoza.wordpress.com&amp;blog=6779972&amp;post=211&amp;subd=midoza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah sebulan ini saya sering mendapatkan sms &#8220;gelap&#8221; dari nomer 7701. Setiap hari sms yang berisi terjemahan Al Qur&#8217;an ini mampir ke inbox saya. Tapi terkadang isinya malah kosong cuma berisi nama suratnya saja, tanpa ada isi dari surat tersebut.</p>
<p>Awalnya saya diamkan saja karena saya pikir itu hanya layanan cuma cuma dari provider. Tapi kok setiap hari terus menerus masuk, dan iseng saya cek pulsa saya. Dan ternyata setiap sms yang masuk dari 7701 itu menyedot pulsa 2000 rupiah setiap harinya!</p>
<p>Padahal saya sama sekali tidak pernah mendaftar ataupun mengetik REG dan sejenis nya ke 7701 itu. Dan parahnya lagi saya tidak bisa membatalkannya!! Meskipun sudah membalas dengan mengetik Unreg, Stop ataupun sejenisnya!!!! Hwaduh&#8230;</p>
<p>Sampai akhirnya setelah saya iseng browsing search di google, ada sejawat blogger yang memberi tips menghentikan layanan SMS paksaan itu.</p>
<p>Makasih brader.</p>
<p>Cukup ketik : <strong>UNREG IQ dan kirim ke 7701</strong></p>
<p>Demikian sharing dari saya, smoga dapat bermanfaat buat kita semua. Karena meskipun isinya adalah ayat al quran tapi kalo caranya seperti itu sama saja dengan penipuan, pemaksaan dan pencurian dan itu adalah haram, apalagi kalo si empunya nomer tidak ikhlas. Wallahua&#8217;lam</p>
<p>Salam.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/midoza.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/midoza.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/midoza.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/midoza.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/midoza.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/midoza.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/midoza.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/midoza.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/midoza.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/midoza.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/midoza.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/midoza.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/midoza.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/midoza.wordpress.com/211/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=midoza.wordpress.com&amp;blog=6779972&amp;post=211&amp;subd=midoza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://midoza.wordpress.com/2011/01/06/sms-gelap-indosat-7701-cara-menonaktifkannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6ab7981f181c82c164562e84a6116448?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">midoza</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
